Berita  

Tingkatkan Kesehatan dan Solidaritas Warga, KKN UIN Walisongo Desa Banyuringin Gelar Senam Bersama Ibu-ibu PKK dan Lansia

Desa Banyuringin

Jatengvox.com – Dalam upaya mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 85 Posko 3 Desa Banyuringin, UIN Walisongo, menggelar kegiatan senam bersama di aula Balai Desa pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini diikuti dengan penuh semangat oleh ibu-ibu PKK, lansia, masyarakat setempat, hingga para mahasiswa KKN.

Dengan iringan musik yang riang, instruktur senam memimpin jalannya kegiatan dengan gerakan ringan dan mudah diikuti, sehingga seluruh peserta — mulai dari kalangan muda hingga lansia — tampak antusias mengikuti setiap gerakan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Jalan Sehat dan Edukasi Sampah bersama siswa SDN Ngelowetan

Acara ini turut dihadiri oleh perangkat Desa Banyuringin, di antaranya Lilik Setyowati selaku Ketua Kader Posyandu Dusun Banyuringin, Mudrika selaku Ibu RT 05, Erna Safitri selaku Kepala Dusun Tegalrejo, serta Mistiatun selaku Ketua RW Tegalrejo.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif mahasiswa dalam membangun gaya hidup sehat di lingkungan desa.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran warga masyarakat serta mempererat hubungan,” tutur Lilik Setyowati yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Senada dengannya, Erna Safitri berharap kegiatan positif ini dapat terus dijalankan secara rutin dan diikuti oleh lebih banyak warga.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MB-20 Posko 63 UIN Walisongo Semarang Dampingi Posyandu dan Gelar Penyuluhan Stunting di Desa Sendangdawung

“Semoga bisa dilakukan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi seluruh warga Desa Banyuringin,” imbuhnya.

Kegiatan KKN mahasiswa ini memperlihatkan bahwa inti dari pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kualitas hidup warga, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat kegiatan yang bersifat edukatif dan sosial.

Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dapat melahirkan perubahan positif bagi masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *