Tanamkan Cinta Alam Sejak Dini, Tim KKN-T Undip Kenalkan Sahabat Bumi Cilik lewat Permainan Edukatif di TK Pertiwi 1

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 20:20 4 jatengvox

Jatengvox.com – Isu kerusakan lingkungan dan penumpukan sampah menjadi tantangan nyata yang memerlukan solusi sejak dari akar rumput. Mengingat pentingnya pembentukan karakter sejak dini, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 12 Universitas Diponegoro (Undip) menginisiasi program edukasi lingkungan hidup yang dilaksanakan pada kamis 23 Juli 2026.

Mengusungkan tema Gerakan Sahabat Bumi Cilik dengan Judul “Membangun Karakter Peduli Lingkungan melalui Edukasi, Literasi, dan Komunikasi”. Kegiatan semarak ini dipusatkan di TK Pertiwi 1 Tawangsari dan diikuti oleh puluhan siswa dengan penuh keceriaan.

Program Gerakan Sahabat Bumi Cilik dirancang khusus untuk mentransformasi materi lingkungan yang kerap dianggap rumit menjadi aktivitas permainan yang mengasyikkan.

Tujuh mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu mulai dari Ilmu Hukum, Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Akuntansi, hingga Ilmu Komunikasi saling bahu-membahu merancang media pembelajaran kreatif yang mengasah sensorik, motorik, serta pemahaman kognitif anak-anak usia dini.

Inovasi pembelajaran diawali oleh Rizqi Gusriatama Mulyana dari program studi Ilmu Hukum yang mengenalkan norma dan aturan menjaga lingkungan melalui Permainan Edukasi Dadu Aturan.

Baca juga:  7 Kesalahan yang Membuat Konten Anda Tidak Pernah Dipilih AI

Lewat permainan ini, anak-anak diajak melemparkan dadu berukuran besar dan menjawab tantangan sederhana terkait perilaku baik dan buruk terhadap lingkungan, sehingga anak-anak memahami konsep hukum kebiasaan secara intuitif dan menyenangkan.

Selanjutnya, fokus edukasi diarahkan pada pengelolaan dan pemilahan sampah yang dipandani oleh Arini Shofiyah dan Zupita Agrestina Indrawati dari program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

Arini memandu anak-anak melakukan simulasi klasifikasi jenis sampah ke dalam tiga kategori utama, yakni sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Untuk memperkuat daya ingat visual anak, Zupita menggunakan media Flashcard Gambar Jenis Sampah, di mana anak-anak diajak menebak serta memasukkan kartu gambar sampah ke dalam wadah warna-warni yang sesuai.

Baca juga:  Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah di SD N 2 Rejosari

Keseruan berlanjut saat Muhammad Ageng Noor Rahman dari program studi Akuntansi memandu sesi Games Menanam Kacang Hijau.

Menggunakan wadah daur ulang sederhana, setiap anak diajak menanam benih kacang hijau mereka sendiri.

Melalui media tanah dan biji-bijian ini, anak-anak belajar menyiram, merawat, dan menumbuhkan rasa empati terhadap mahluk hidup.

Sementara itu, penguatan literasi dan keberanian berkomunikasi anak diasah oleh Andrini Putri Wardhani (Ilmu Perpustakaan), Nazwa Putri Alifia (Ilmu Komunikasi), dan Valiza Naura Anjari (Akuntansi).

Melalui media gambar ekosistem alam, storytelling interaktif, serta demonstrasi aksi kebersihan, anak-anak diajak untuk berani tampil di depan kelas menceritakan alasan mengapa mereka harus menyayangi bumi tempat tinggal mereka.

“Kami ingin menghapus kesan bahwa edukasi lingkungan itu membosankan. Melalui metode bermain sambil belajar ini, anak-anak tidak merasa dipaksa, melainkan merasa sedang bermain game bersama teman-temannya. Hasilnya, mereka cepat paham perbedaan sampah organik dan anorganik serta bangga menjadi ‘Sahabat Bumi Cilik’,” ungkap tim pelaksana KKN-T Undip.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Negeri 3 Cening Pandai Memilah Sampah

Kehadiran Gerakan Sahabat Bumi Cilik ini memberikan dorongan signifikan bagi TK Pertiwi 1 Tawangsari yang tengah berbenah menuju pilar Sekolah Adiwiyata.

Seluruh alat peraga seperti dadu edukasi, set flashcard sampah, papan gambar ekosistem, serta pot tanaman kacang hijau diserahkan secara simbolis kepada pihak sekolah sebagai sarana penunjang pembelajaran rutin.

Melalui kepedulian yang ditanamkan sejak bangku taman kanak-kanak ini, Tim KKN-T Undip berharap benih-benih kepedulian lingkungan yang telah disemai akan tumbuh mekar, menjadikan para siswa sebagai generasi penerus yang berwawasan ekologis, bertanggung jawab, dan siap menjaga kelestarian alam Indonesia di masa depan.

 

Penulis: Arini Shofiyah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA