Pemprov Jateng Siapkan Tambahan Kuota Insentif Guru Agama 2026, Wagub Taj Yasin: “Kita Tingkatkan Penghargaan untuk Guru

Minggu, 24 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menambah jumlah penerima insentif guru agama pada tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam pembentukan karakter bangsa.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, saat menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Patra Convention Hotel Semarang, Minggu (24/8/2025).

“Kita nitip, nanti di tahun depan juga kita tambahkan insentif kepada guru madin dan guru-guru agama di Jawa Tengah. Kemarin sudah diumumkan Pak Gubernur, untuk kita naikkan jumlah penerimanya,” ujar Taj Yasin secara langsung.

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, pada tahun 2025 jumlah guru agama penerima insentif mencapai 230.830 orang.

Baca juga:  Resmi, Sertifikat Tanah Petani Teh di Batang, Pekalongan, dan Banjarnegara Dibagikan, Pemerintah Hapus Kredit Lama

Dari jumlah itu, mayoritas adalah guru pengajar agama Islam, yakni 225.187 orang. Sementara guru agama Kristen sebanyak 4.430 orang, Katolik 475 orang, Hindu 180 orang, Buddha 545 orang, dan Konghucu 13 orang.

Pada 2025, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran lebih dari Rp250 miliar untuk program ini, dan rencananya akan ditingkatkan menjadi Rp300 miliar pada 2026.

Penambahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat bagi guru agama di seluruh provinsi.

Selain mengumumkan rencana penambahan kuota insentif, Wagub Taj Yasin juga menyoroti sejumlah capaian program selama enam bulan kepemimpinannya bersama Gubernur Ahmad Luthfi.

Beberapa di antaranya adalah penurunan angka pengangguran terbuka, serta keberhasilan program dokter spesialis keliling (Speling) yang mendukung layanan cek kesehatan gratis dari pemerintah pusat.

Baca juga:  Program Pondok Pesantren Ramah Anak di Jateng: Gus Yasin Targetkan Zero Bullying

“Walaupun sudah ada banyak capaian positif, tentu masih terdapat kekurangan. Kami menggalang dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan seluruh program yang sudah dicanangkan,” tambah pria kelahiran Kabupaten Rembang tersebut.

Di sisi lain, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Jateng, Hadi Santoso, memberikan apresiasi atas kepemimpinan yang substansial dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin selama enam bulan pertama.

Program-program unggulan yang mendapat sorotan antara lain penurunan tarif Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng menjadi Rp1.000 bagi pelajar, buruh, disabilitas, veteran, dan lansia; penurunan angka kemiskinan sebesar 0,10 persen menjadi 9,48 persen; serta perbaikan 17 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) yang tertinggi di Indonesia.

Baca juga:  Dorong Investasi Besar-Besaran, Gubernur Ahmad Luthfi Genjot Pengembangan Pelabuhan Jawa Tengah

Tak ketinggalan, Hadi Santoso juga menekankan komitmen PKS Jateng untuk mendukung program pemerintah dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus menjadi mitra kritis demi penyempurnaan kebijakan.

“Kami siap menyukseskan program pemerintah, dengan pembangunan berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kami akan jadi mitra kritis Pemprov Jateng,” ujarnya.

Dengan rencana penambahan kuota ini, pemerintah provinsi berharap guru agama, termasuk guru madin, dapat lebih termotivasi dalam menjalankan peran strategisnya, sekaligus menjadi wujud penghormatan negara terhadap tenaga pendidik yang berkontribusi membentuk moral dan karakter generasi muda di Jawa Tengah.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koperasi Merah Putih Gedawang Tak Disangka Raup Rp48 Juta dalam Waktu Singkat
Pelayanan Publik Pati Jadi Sorotan: Pemprov Jateng Pastikan Layanan Tetap Lancar Meski Situasi Politik Memanas
Program Pondok Pesantren Ramah Anak di Jateng: Gus Yasin Targetkan Zero Bullying
7 RSUD Jawa Tengah Jadi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis, Sebuah Terobosan Hospital Based Specialist Education
Program BKK Jateng Demi Kesejahteraan Petani: Modal Murah, Asuransi, hingga Jaminan Off Taker
Mahasiswa Baru Polines Dapat Motivasi Langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi: Siap Jadi Tulang Punggung Investasi Jawa Tengah
Pelatihan Zero Waste Fashion di Jateng, Kader PKK Sulap Kain Perca Jadi Busana Elegan
1 Miliar Digelontorkan! Pemprov Jateng All Out Tangani Tuberkulosis 2025

Berita Terkait

Jumat, 29 Agustus 2025 - 06:42 WIB

Koperasi Merah Putih Gedawang Tak Disangka Raup Rp48 Juta dalam Waktu Singkat

Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:57 WIB

Pelayanan Publik Pati Jadi Sorotan: Pemprov Jateng Pastikan Layanan Tetap Lancar Meski Situasi Politik Memanas

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:05 WIB

Program Pondok Pesantren Ramah Anak di Jateng: Gus Yasin Targetkan Zero Bullying

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:07 WIB

7 RSUD Jawa Tengah Jadi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis, Sebuah Terobosan Hospital Based Specialist Education

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:24 WIB

Program BKK Jateng Demi Kesejahteraan Petani: Modal Murah, Asuransi, hingga Jaminan Off Taker

Berita Terbaru