Sosialisasi dan Workshop Anti-Bullying di SDN Kalicari 02, Mahasiswa KKN UPGRIS Tanamkan Sikap Empati Sejak Dini

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 28 Kelurahan Kalicari melaksanakan salah satu program kerja di bidang pendidikan dan sosial, yaitu Sosialisasi dan Workshop Anti-Bullying yang bertempat di SDN Kalicari 02 pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa kelas 4 dan didampingi langsung oleh Ibu Guru Wali Kelas 4 serta Ibu Kepala Sekolah SDN Kalicari 02.

Kegiatan sosialisasi ini mengusung tema “Kita Teman, Bukan Lawan” yang bertujuan untuk menanamkan nilai saling menghargai, empati, dan kepedulian antar sesama sejak usia dini.

Program ini dirancang sebagai bentuk pencegahan terhadap perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak negatif bullying bagi korban maupun pelaku.

Acara diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Sekolah SDN Kalicari 02, Ibu Sartini, S.Pd.

Baca juga:  Pemprov Jateng Luncurkan Program Kecamatan Berdaya untuk Wujudkan Pembangunan Inklusif di Jawa Tengah

Dalam penyampaiannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi anti-bullying di sekolah.

Ia berharap melalui kegiatan ini, siswa kelas 4 dapat memperoleh ilmu dan pemahaman tambahan mengenai pentingnya bersikap bijak dalam berteman, menghargai perbedaan, serta memiliki rasa empati terhadap sesama.

Dengan adanya sosialisasi anti-bullying dari mahasiswa KKN, diharapkan siswa kelas 4 dapat lebih memahami arti menghargai teman, saling peduli, dan berani bersikap baik kepada siapa pun.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi anti-bullying yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN.

Pada sesi ini, siswa diperkenalkan dengan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan.

Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, serta diselingi dengan interaksi agar mudah dipahami oleh siswa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 1 Jungsemi dan MI NU 70 Miftakhul Athfal

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop praktik yang dipandu oleh tim ahli bela diri, yaitu saudara Christopher William Piri dan Naufal Hardiana.

Dalam sesi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langkah-langkah awal yang dapat dilakukan apabila mengalami perundungan.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah tindakan awal saat dirundung, yaitu berteriak meminta tolong dan segera berlari menuju orang dewasa atau pihak yang lebih dipercaya, seperti guru atau orang tua.

Workshop berlangsung dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif. Siswa-siswi kelas 4 tampak sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan, berani mencoba, serta aktif bertanya dan menjawab selama kegiatan berlangsung.

Antusiasme ini menunjukkan tingginya ketertarikan siswa terhadap materi yang diberikan, sekaligus menandakan bahwa pendekatan praktik langsung sangat efektif untuk anak usia sekolah dasar.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Mengunjungi Proses Pembuatan Jenang untuk Menyambut Acara Merti Dusun di Desa Wirogomo

Pada sesi akhir kegiatan, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk melakukan refleksi melalui kegiatan Pohon Ungkapan.

Siswa diminta untuk menuliskan ungkapan, pendapat, atau perasaan mereka terkait perundungan pada secarik kertas, kemudian menempelkannya pada pohon ungkapan yang telah disediakan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi dan evaluasi bagi siswa agar lebih peka terhadap dampak bullying serta berani menyuarakan perasaan mereka.

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Workshop Anti-Bullying ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN Kalicari 02 dapat lebih memahami pentingnya sikap saling menghormati, menolak segala bentuk perundungan, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua.

Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun karakter siswa yang berempati, berani, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial di sekolah.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip Ciptakan Inovasi Display Bookflix dan Program Donasi Buku di Perpustakaan FSM Undip
PTKI Kemenag Dorong Transparansi PTKIN, Targetkan Seluruh Kampus Informatif pada 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Kemenag dan DPR Ajak Umat Jaga Persatuan
Mahasiswa KKN UPGRIS Gaungkan SAFE-IN di Desa Leyangan, Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bahaya Kebakaran
Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Skema Upah, Masa Kontrak yang Perlu Anda Ketahui
Kemenag Salurkan Bantuan Rp350 Juta untuk Ponpes Al Adalah Tegal Pascabencana Tanah Bergerak
Dukung Gerakan Pilah Sampah, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair di RT 04 RW 05 Palebon
Rakerda PD Salimah Kendal Fokus pada Penguatan Program dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:02 WIB

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Undip Ciptakan Inovasi Display Bookflix dan Program Donasi Buku di Perpustakaan FSM Undip

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:55 WIB

PTKI Kemenag Dorong Transparansi PTKIN, Targetkan Seluruh Kampus Informatif pada 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:23 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Gaungkan SAFE-IN di Desa Leyangan, Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bahaya Kebakaran

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:29 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu 2026: Skema Upah, Masa Kontrak yang Perlu Anda Ketahui

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:18 WIB

Kemenag Salurkan Bantuan Rp350 Juta untuk Ponpes Al Adalah Tegal Pascabencana Tanah Bergerak

Berita Terbaru