Skema Baru PPPK Paruh Waktu: Gaji, Tunjangan, dan Aturan yang Perlu Diketahui

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah kini membuka peluang baru bagi tenaga honorer dan profesional untuk bergabung dalam sistem aparatur sipil negara (ASN) melalui skema PPPK paruh waktu.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menegaskan bahwa PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) memiliki kedudukan sejajar dengan PNS, namun dengan mekanisme kontrak yang berbeda.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memberikan solusi bagi tenaga honorer yang belum diangkat menjadi ASN penuh waktu, sekaligus menyesuaikan kebutuhan instansi terhadap tenaga ahli yang bisa bekerja secara fleksibel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu PPPK Paruh Waktu?

Berbeda dari PPPK penuh waktu, skema paruh waktu memungkinkan pegawai bekerja dengan jam kerja lebih sedikit — umumnya di bawah 40 jam per minggu.

Baca juga:  Ibu2Canggih Moms Gathering Ramadan Moments Hadirkan Inspirasi dan Kebersamaan Bersama 100 Momfluencers

Sistem ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan instansi yang membutuhkan keahlian khusus tanpa harus menanggung beban anggaran besar seperti untuk pegawai penuh waktu.

Masa kontrak kerja PPPK paruh waktu juga bervariasi, mulai dari satu tahun hingga lima tahun, tergantung kebutuhan instansi dan ketersediaan anggaran.

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) memiliki kewenangan untuk menetapkan durasi kontrak, jam kerja, hingga besaran kompensasi.

Apakah PPPK Paruh Waktu Mendapat Tunjangan?

Hingga kini, pemerintah belum mengeluarkan aturan teknis yang secara spesifik mengatur tunjangan bagi PPPK paruh waktu. Namun, pegawai dalam skema ini tetap berhak menerima sejumlah kompensasi yang disesuaikan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban.

Baca juga:  Ketegangan AS–Iran Memanas, Harga Emas Siap Meledak?

Beberapa jenis tunjangan yang umumnya diberikan antara lain:

– Tunjangan pekerjaan, berdasarkan jenis tugas dan tanggung jawab.

– Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang perayaan keagamaan.

– Tunjangan transportasi dan fasilitas kerja untuk menunjang kelancaran tugas.

– Perlindungan sosial, meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Adapun tunjangan seperti tunjangan keluarga, jabatan, atau kinerja masih terbatas pada PPPK penuh waktu.

Meski begitu, kehadiran skema paruh waktu tetap dianggap sebagai langkah maju untuk memberikan kepastian hukum dan penghidupan layak bagi tenaga honorer yang selama ini bekerja tanpa kejelasan status.

Gaji PPPK Paruh Waktu

Dasar hukum terkait gaji PPPK paruh waktu tertuang dalam Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025.

Baca juga:  Pemerintah Dukung Inisiatif Lembaga HAM Bentuk Tim Independen Usut Demo Agustus 2025

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa penghasilan minimal PPPK paruh waktu setara dengan penghasilan terakhir saat berstatus tenaga honorer, atau mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai wilayah kerja.

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh besaran UMP tahun 2025:

DKI Jakarta: Rp 5.396.760

Jawa Barat: Rp 2.191.232

Jawa Tengah: Rp 2.169.348

Aceh: Rp 3.685.615

Sumatera Selatan: Rp 3.681.570

Kalimantan Selatan: Rp 3.496.194

Sulawesi Selatan: Rp 3.657.527

Besaran gaji akan disesuaikan dengan jam kerja dan jenis pekerjaan. Artinya, semakin besar tanggung jawab dan jam kerja, semakin tinggi pula kompensasi yang diterima.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional

Berita Terbaru