Jatengvox.com — Suasana belajar berbeda dirasakan siswa kelas 6B MI Muhammadiyah Bentak, Dusun Babadan, Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, pada 4 Agustus 2026. Sebanyak 24 siswa diajak mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) belajar sekaligus praktik langsung merakit rangkaian listrik sederhana menggunakan alat peraga.
Kegiatan edukasi rangkaian listrik sederhana ini merupakan bagian dari program kerja sosial kemasyarakatan mahasiswa yang menyasar siswa sekolah dasar.

Program ini digagas untuk mengenalkan konsep dasar kelistrikan sejak dini melalui metode belajar yang interaktif, tidak sekadar teori di dalam kelas.
Fadholi Ahmad Linangkung, mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, bertindak sebagai fasilitator sekaligus pemateri dalam kegiatan ini. Ia dibantu oleh tiga rekan mahasiswa, yaitu Fahrezi, Fikri, dan Iqbal.
Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai konsep dasar rangkaian listrik. Siswa dikenalkan pada komponen-komponen sederhana seperti baterai, kabel, saklar, dan lampu, lengkap dengan fungsi masing-masing komponen dalam sebuah rangkaian.

Setelah pemaparan materi, siswa diajak masuk ke sesi yang paling ditunggu, yaitu praktik langsung merakit rangkaian listrik. Fadholi membawa seluruh bahan yang dibutuhkan, kemudian membagi siswa menjadi empat kelompok kecil.
Dua kelompok mendapat tugas merakit rangkaian seri, sementara dua kelompok lainnya merakit rangkaian paralel.
Setiap kelompok diberi kesempatan mencoba merakit rangkaiannya sendiri terlebih dahulu, sebelum mahasiswa mendampingi dan membantu proses perakitan.
Melalui praktik ini, siswa dapat mengamati dan membandingkan langsung perbedaan karakteristik nyala lampu antara rangkaian seri dan paralel, sesuatu yang sulit dipahami hanya lewat penjelasan di papan tulis.
Wali Kelas 6B, Wawan, menyambut baik kegiatan yang dibawa mahasiswa KKN tersebut. Ia mengaku berterima kasih karena murid-muridnya mendapat pengalaman belajar baru mengenai kelistrikan.
“Terima kasih karena anak-anak sudah diajarkan edukasi sederhana mengenai rangkaian listrik. Ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat masing-masing kelompok berhasil menyalakan lampu pada rangkaian yang mereka rakit sendiri.
Pengalaman belajar yang aplikatif semacam ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman sekaligus minat siswa terhadap konsep dasar kelistrikan, dibandingkan metode belajar konvensional yang hanya bersifat teoretis.
Selain memahami perbedaan rangkaian seri dan paralel, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran awal siswa mengenai pentingnya penggunaan listrik secara aman dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak usia sekolah dasar, siswa diharapkan sudah memiliki bekal pengetahuan dasar yang dapat menjadi pijakan untuk pembelajaran sains di jenjang berikutnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam bidang pendidikan di Desa Bentak.
Dengan mendekatkan konsep sains pada pengalaman langsung, siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga merasakan sendiri proses belajar melalui praktik yang menyenangkan.
Kegiatan edukasi rangkaian listrik sederhana ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN Tim II Universitas Diponegoro yang dilaksanakan di Desa Bentak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
Melalui program semacam ini, mahasiswa berupaya turut ambil bagian dalam mendukung dunia pendidikan di desa, khususnya dalam mengenalkan konsep sains dasar kepada generasi muda sejak bangku sekolah dasar.***
Penulis: Fadholi Ahmad Linangkung
Program Studi : D-4 Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar