Berita  

Ribuan Rumah Warga di Jawa Tengah Dibangun Lewat Kolaborasi Pemerintah dan PT Djarum

rumah layak huni

Jatengvox.com – Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sektor swasta kembali membuahkan hasil nyata bagi masyarakat. Melalui program corporate social responsibility (CSR) PT Djarum, ratusan rumah warga di berbagai daerah Jawa Tengah kini berdiri lebih kokoh, bersih, dan layak huni.

Langkah ini tak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga bukti bahwa gotong royong lintas sektor dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Salah satu warga penerima bantuan, Sri Umami dari Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tak kuasa menahan haru saat menatap rumah barunya.

Baca juga:  LRT Jabodebek Perkuat Koordinasi dengan Pemkot Bekasi untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Perkotaan

Puluhan tahun ia bersama keluarga tinggal di rumah sederhana yang hampir roboh, namun kini bisa bernapas lega berkat bantuan program CSR dari PT Djarum.

“Suami saya sakit stroke, sementara saya bekerja sebagai pegawai Djarum. Rumah lama saya rusak parah, tapi sekarang sudah dibangun baru. Airnya lancar, temboknya kuat, dan terasa nyaman. Saya sangat bersyukur,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah bahagia juga datang dari Poniman, warga Kudus lainnya. Sebagai pekerja bangunan, ia mengaku bangga melihat rumahnya kini berdiri tegak dan lebih layak huni.

“Rumah saya sudah selesai dibangun kembali. Sekarang jauh lebih bagus, kuat, dan tahan lama. Rasanya bahagia sekali,” ucapnya penuh semangat.

Baca juga:  Serunya Outbond Ibu-Ibu PKK Bersama Mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Gondoriyo

Program perbaikan rumah ini menjadi bagian dari upaya PT Djarum dalam membantu pemerintah mewujudkan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sepanjang 2025, perusahaan tersebut menargetkan 2.550 unit bantuan rumah dan sanitasi di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Pada Kamis (6/11/2025), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, meninjau langsung sejumlah rumah bantuan di Kudus.

Menteri Maruarar mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bukti nyata gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca juga:  Wujudkan Kenyamanan Beribadah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersihkan Masjid Baitul Muttaqin

“Djarum dan sektor swasta lain membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan. Tanpa uang negara, rumah-rumah rakyat bisa berdiri kokoh,” kata Maruarar saat berdialog dengan warga penerima bantuan.

Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan, sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperluas akses rumah layak huni di Jawa Tengah.

“Rumah yang layak adalah pondasi kesejahteraan keluarga. Kalau rumahnya bagus, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga juga ikut meningkat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *