Revitalisasi Pendidikan Nasional Tembus 85 Persen, Pemerintah Targetkan Rampung Awal 2026

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Program revitalisasi pendidikan nasional yang digulirkan pemerintah menunjukkan progres signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut, hingga awal Januari 2026, realisasi program tersebut telah melampaui angka 85 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan dapat tuntas pada awal tahun 2026.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam penyediaan sarana prasarana yang layak dan mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Mu’ti menjelaskan, revitalisasi pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik sekolah, melainkan fondasi jangka panjang untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional.

Program ini menyasar ribuan satuan pendidikan di berbagai jenjang, dengan dukungan anggaran yang tidak kecil.

“Untuk program revitalisasi secara nasional, dengan anggaran Rp16,9 triliun, kita memberikan dukungan revitalisasi. Termasuk juga pembangunan unit sekolah baru untuk 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Mu’ti saat peresmian sekolah penerima bantuan revitalisasi di SMKN 7 Medan, Minggu (4/1/2026).

Baca juga:  KKN Kelompok 38 UPGRIS Jalin Silaturahmi dengan Bidan Desa Watuagung, Bahas Kesehatan dan Jadwal Posyandu

Menurutnya, pembangunan unit sekolah baru menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan ruang belajar, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan peserta didik yang tinggi.

Tak hanya fokus pada bangunan fisik, pemerintah juga mendorong transformasi pembelajaran melalui digitalisasi sekolah.

Salah satu langkah konkretnya adalah distribusi panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke ratusan ribu satuan pendidikan.

“Untuk tahun 2025, dibagikan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan, tepatnya 288.865, di seluruh Indonesia,” kata Mu’ti.

Digitalisasi ini diharapkan mampu mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Baca juga:  Presiden Direktur Bittime: Investasi Aset Kripto berbasis Emas ($XAUT) Sekarang jadi Lebih Mudah dengan Rupiah (IDR)

Di tingkat daerah, Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi dengan cakupan revitalisasi cukup besar.

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih dari Rp852 miliar untuk hampir 900 satuan pendidikan lintas jenjang di wilayah tersebut.

Rinciannya meliputi 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa (SLB), serta 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Mu’ti menyebut sebagian besar sekolah di Sumatra Utara telah memasuki tahap akhir pembangunan.

“Yang sudah terealisasi di bawah 95 persen ada 431 satuan pendidikan, sementara 349 satuan pendidikan telah rampung sepenuhnya,” ujarnya.

Program digitalisasi pendidikan di Sumatra Utara juga menunjukkan progres menggembirakan.

Baca juga:  Cara Cek dan Syarat Penerima BLT Rp900 Ribu yang Cair Mulai Hari Ini

Sebanyak 17.073 papan interaktif digital telah terdistribusi ke sekolah-sekolah, dengan sisa pengiriman hanya delapan unit.

Capaian ini menempatkan Sumatra Utara sebagai salah satu daerah dengan implementasi digitalisasi pendidikan yang hampir sepenuhnya selesai, sekaligus membuka peluang peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.

Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan di daerahnya sejalan dengan program pemerintah pusat.

Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Sumatra Utara dalam lima tahun ke depan.

“Dari lima program prioritas yang ada di Sumatra Utara, bidang pendidikan menjadi salah satunya,” kata Bobby.

Ia menilai sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar revitalisasi pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas sumber daya manusia.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan
Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya
School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri
Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula
Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama
Silaturahmi Strategis BRI Region 6 dan PT Askrindo Perkuat Sinergi Kerja Sama
Gencatan Senjata Amerika-Iran Berakhir 21-22 April, Volume Trading USDT/IDR Bittime Meroket 85%

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:03 WIB

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:03 WIB

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

School of Design BINUS #2 di Indonesia: Diakui Langsung oleh Industri

Sabtu, 18 April 2026 - 07:03 WIB

Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula

Berita Terbaru

Berita

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:03 WIB