Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Gelombang proteksionisme global diperkirakan kian menguat pada 2026. Sejumlah negara mulai mengetatkan kebijakan perdagangan untuk melindungi pasar domestik mereka masing-masing.

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang selama ini mengandalkan ekspor sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai, ketidakpastian ekonomi dunia menuntut pemerintah bergerak lebih cepat dan adaptif.

Tanpa strategi yang tepat, tekanan dari pasar global berpotensi menggerus kinerja perdagangan nasional.

Budi mengungkapkan, meningkatnya kebijakan proteksionisme dari berbagai negara menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan ekspor Indonesia.

Hambatan perdagangan, baik berupa tarif maupun non-tarif, membuat persaingan di pasar internasional semakin ketat.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dihadapi dengan pendekatan biasa. Pemerintah perlu memperkuat fondasi perdagangan dari dalam negeri, sekaligus membuka peluang baru di pasar global yang masih potensial.

Baca juga:  Kolaborasi Inspiratif: KKN Posko 22 dan Arbiter Wujudkan Masjid yang Bersih dan Nyaman

“Situasi global saat ini penuh ketidakpastian. Kita harus menyiapkan strategi agar perdagangan Indonesia tetap eksis dan berdaya saing,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Merespons dinamika tersebut, Kementerian Perdagangan menyiapkan tiga program utama sebagai langkah antisipatif. Program tersebut meliputi pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta penguatan program UMKM BISA Ekspor.

Fokus pertama adalah memastikan pasar domestik tetap sehat dan stabil. Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok, sekaligus melindungi produsen lokal dari serbuan produk impor yang berpotensi merusak harga pasar.

Baca juga:  Menteri KKP Pastikan Tiga Pegawainya Berada di Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros

Di sisi lain, perluasan pasar ekspor tetap menjadi agenda penting. Diversifikasi tujuan ekspor dinilai krusial agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada negara tertentu yang menerapkan kebijakan protektif.

Budi menegaskan, penguatan pasar dalam negeri menjadi kunci menghadapi tekanan global. Daya beli masyarakat terus didorong melalui berbagai program belanja nasional yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Momentum seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan Bina Diskon Lebaran dinilai berhasil menjaga perputaran ekonomi domestik.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pasar dalam negeri Indonesia masih sangat potensial.

“Momentum belanja nasional membuktikan pasar domestik kita cukup sehat dan tetap terjaga,” kata Budi.

Baca juga:  KKN Kelompok 38 UPGRIS Silaturahmi dengan Ketua RW 04 dan 05 Watuagung, Gali Potensi UMKM dan Kegiatan Warga

Data Kementerian Perdagangan mencatat, program Friday Mubarak berhasil membukukan transaksi sebesar Rp72,3 triliun selama periode pelaksanaan.

Sementara itu, penjualan pada masa libur menyumbang transaksi hingga Rp69,2 triliun. Angka ini memperlihatkan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Program UMKM BISA Ekspor menjadi strategi ketiga yang tak kalah penting. Pemerintah menaruh perhatian besar pada pelaku usaha mikro dan kecil agar mampu menembus pasar internasional.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain kemasan, hingga tata kelola usaha yang lebih modern. Produk UMKM juga didorong masuk ke jaringan ritel modern dan pusat perbelanjaan besar agar memiliki eksposur yang lebih luas.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045
Kepala Desa Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Jateng, dari Bankeu hingga Relokasi Puskesmas
BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran
Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya
Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga
Industri AMDK Didorong Lebih Bertanggung Jawab, DPR Ingatkan Risiko Kesehatan dan Lingkungan
Mahasiswa KKN UPGRIS Hadirkan Kegiatan Ecoprint dalam Upaya Pembelajaran Kontekstual di SDN Beji 02
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Gelar Parenting Bijak Mengelola Screen Time di Era Digital di Pos PAUD RW 09 Gemah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:06 WIB

Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:02 WIB

Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:29 WIB

Kepala Desa Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Jateng, dari Bankeu hingga Relokasi Puskesmas

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:18 WIB

BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:32 WIB

Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga

Berita Terbaru