Berita  

PPM UIN Salatiga Gelar Sosialisasi Pembuatan Briket dari Kulit Kopi di Desa Kemambang

Kulit Kopi

Jatengvox.com – Mahasiswa PPM (Praktikum Pengabdian Masyarakat) Posko 46 UIN Salatiga menggelar sosialisasi pembuatan briket dari limbah kulit kopi di Dusun Bakalan, Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 3 Agustus 2025, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjawab permasalahan lingkungan yang masih kurang mendapatkan perhatian di wilayah tersebut.

Selama pelaksanaan program PPM, mahasiswa menemukan bahwa limbah kulit kopi di Dusun Kemambang belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, desa ini dikenal memiliki potensi perkebunan kopi rakyat yang cukup besar, sehingga limbah kulit kopi menjadi salah satu sisa produksi yang melimpah dan kerap kali hanya dibuang begitu saja atau dibakar, yang berpotensi mencemari lingkungan.

Baca juga:  Jejak Pengabdian Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ditutup dengan Malam Perpisahan di Candisari

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PPM (Praktikum Pengabdian Masyarakat) UIN Salatiga merancang program inovasi energi terbarukan dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi briket.

Briket ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, murah, dan memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan energi untuk memasak.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Dusun Bakalan dan diikuti oleh puluhan warga, termasuk para petani kopi dan ibu rumah tangga.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menjelaskan apa manfaat dari pemanfaatan limbah kulit kopi, mengapa penting untuk dilakukan, serta bagaimana proses pembuatan briket secara sederhana menggunakan peralatan yang mudah dijangkau masyarakat desa.

Baca juga:  Doa dan Harapan Menag di Hari Kesaktian Pancasila: Indonesia Dijauhkan dari Fitnah dan Perpecahan

Kelompok PPM (Praktikum Pengabdian Masyarakat) UIN Salatiga, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi limbah yang ada di sekitar mereka.

“Kami melihat potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan. Melalui pelatihan ini, kami harap warga tidak hanya mampu memproduksi briket sendiri, tetapi juga bisa menjadikannya sebagai peluang usaha baru,” ujarnya.

Warga Dusun Bakalan menyambut baik kegiatan ini. Salah satu peserta, Ibu Parni, mengaku baru mengetahui bahwa kulit kopi bisa diubah menjadi bahan bakar.

Baca juga:  Malam Perpisahan KKN MIT 20 Posko 134 UIN Walisongo di Desa Timpik Penuh Kenangan dan Haru

“Selama ini kami buang atau bakar kulit kopi begitu saja. Ternyata bisa jadi briket yang berguna. Sangat bermanfaat,” ujarnya.

Dengan adanya inovasi ini, mahasiswa KKN UIN Salatiga berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dan menciptakan solusi energi alternatif berbasis potensi lokal yang berdampak positif bagi lingkungan dan perekonomian warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *