Pertama Kalinya di Kalirejo: Aksi Nyata KKN UIN Walisongo Bersamai Kelompok Tani dalam Uji Coba Mina Padi

waktu baca 5 menit
Jumat, 31 Jul 2026 20:00 15 jatengvox

Jatengvox.com – Sebuah gebrakan inovatif dalam menjawab tantangan efisiensi lahan dan ketahanan pangan lokal sukses diluncurkan di Kabupaten Semarang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mitra Adat dan Pengabdian masyarakat (KKN MIT 22) Posko 03 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo semarang berkolaborasi erat dengan kelompok tani Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, meresmikan uji coba penanaman padi berbasis metode mina padi pada Jumat (31/7/2026).

Aksi nyata yang berlangsung di areal sawah dan kolam pertanian Kalirejo ini menandai sejarah baru bagi desa setempat.

Pasalnya, kolam-kolam pertanian yang sebelumnya sering kali terabaikan, mangkrak, maupun kurang memberikan keuntungan ekonomis, kini disulap menjadi lahan produktif yang menawarkan potensi panen ganda (double harvest).

Mina Padi merupakan sebuah bentuk terobosan sistem budidaya terpadu (integrated farming system) yang menggabungkan usaha tani tanaman padi dan pemeliharaan ikan air tawar secara efisien dalam satu areal lahan persawahan atau kolam yang sama secara bersamaan.

Prinsip utamanya bertumpu pada simbiosis mutualisme (ekosistem saling menguntungkan). Tanaman padi menyediakan naungan alami bagi ikan dari panas matahari serta memanfaatkan kotoran ikan sebagai pupuk organik kaya nutrisi.

Sebaliknya, pergerakan ikan di celah-celah air membantu mengurangi kepadatan tanah, menguraikan gulma, serta memakan larva hama tanaman.

Baca juga:  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak

Hasilnya, efisiensi pakan alami tercipta dan lahan mampu menghadirkan peluang panen ganda (double harvest) yang meningkatkan pendapatan petani.

Melalui penerapan skema mina padi, bibit padi ditanam terlebih dahulu di areal kolam pertanian yang telah disiapkan. Setelah perakaran dan batang padi tumbuh cukup kuat serta kokoh, benih-benih ikan air tawar akan dilepaskan ke dalam air di sela-sela tanaman.

Sistem simbiosis mutualisme ini tidak hanya mengoptimalkan efisiensi ruang, tetapi juga menekan biaya operasional budidaya. Ikan mendapatkan naungan alami dari terik matahari dan pakan organik dari hama atau mikroorganisme sawah, sementara tanaman padi memperoleh pasokan nutrisi alami dari kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam.

“Harapan saya proker-proker ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga. Untuk jangka panjangnya, saya ingin program ini tidak berhenti hanya di masa KKN saja. Perlu ada keberlanjutan berupa kerja sama tingkat universitas dengan masyarakat, baik di bidang inovasi pertanian maupun penguatan UMKM lokal,” ujar Jarwo Supriyadi, Lurah Kalirejo

Beliau juga berpesan agar para mahasiswa tetap memiliki sikap fleksibel, adaptif, serta. responsif terhadap dinamika lapangan agar setiap tantangan pertanian dapat diselesaikan secara kolektif dan bijaksana.

Dukungan penuh terhadap gerakan ketahanan pangan ini juga mengalir dari jajaran kepolisian sektor setempat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalirejo, Bapak Adi, yang hadir mengawal langsung jalannya aksi penanaman di sawah, mengaku sangat terharu dan bangga melihat keakraban mahasiswa dengan warga pedesaan.

”Terima kasih buat adik-adik mahasiswa UIN Semarang. Apa yang diberikan sama dosen di bangku kuliah tolong benar-benar diterapkan dan dipraktikkan di lapangan. Tadi saya lihat adik-adik sangat semangat, tidak ragu masuk ke lumpur sawah. Semoga ke depan ini menjadi pijakan yang jauh lebih baik lagi,” ungkap Bapak Adi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalirejo.

Baca juga:  Hangat dan Penuh Haru! Nobar After Movie Jadi Penutup Indah KKN MB Posko 03 di Cepokomulyo

Di sela-sela kegiatan penanaman, salah seorang tokoh petani lokal Kelurahan Kalirejo, Bapak Pandu, membeberkan latar belakang teknis digelarnya uji coba ini.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pengelolaan kolam tunggal untuk perikanan kerap kali mengalami kerugian akibat tingginya biaya pakan pabrikan yang tidak sebanding dengan hasil panen.

“Hari ini kita uji coba penanaman padi di kolam. Tujuannya seperti konsep mina padi, yaitu padi ditanam lebih dulu. Setelah umurnya cukup kuat, baru nanti dikasih benih ikan agar panennya bisa ganda. Kolam ini tadinya tak terpakai, kalau dikasih ikan saja tidak pernah untung. Lewat uji coba ini kita hidupkan padi dan ikan secara bersamaan agar pakan ikan terhemat secara alamiah,” jelas Pak Pandu dengan lugas.

Tidak hanya urusan teknis, Pak Pandu juga menitipkan pesan moral mendalam kepada seluruh mahasiswa KKN dan generasi muda modern agar tidak memandang sebelah mata profesi petani.

“Jangan memandang sesuatu hanya secara lahiriah. Tekuni dan cintai apa yang telah kamu lakukan. Resep utama petani itu murni ikhtiar dan doa. Tetap semangat, hargai setiap pekerjaan, dan jangan pernah merendahkan sesuatu,” kata Pak Pandu, Tokoh Petani Lokal Kalirejo

Aspirasi KKN UIN Walisongo: Keberpihakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Petani koordinator Kelompok KKN UIN Walisongo Posko 03 Kalirejo, Muhammad Fathrul Kamal, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah kelurahan, dan aparat keamanan atas ruang kolaborasi yang dibuka seluas-luasnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Laksanakan Penanaman Bibit Pohon di Desa Jatijajar

“Mewakili kelompok KKN UIN Walisongo Semarang, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kelurahan Kalirejo, jajaran Kepolisian, serta seluruh Kelompok Tani Kalirejo atas bimbingan dan ilmu lapangan yang tak ternilai harganya. Dari lumpur sawah Kalirejo, kami menyaksikan sendiri betapa besarnya kerja keras dan ketulusan para petani demi menjaga piring-piring kita tetap terisi,” ujar Fathrul.

Ia menegaskan bahwa semangat dan kerja keras para petani di lapangan tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan keberpihakan kebijakan dari pemerintah. Melalui momentum ini, pihaknya menyampaikan aspirasi terbuka kepada dinas terkait.

”Namun, semangat saja tidak cukup tanpa keberpihakan. Melalui kesempatan ini, kami menaruh harapan besar kepada Dinas Pertanian agar memberikan perhatian lebih nyata terhadap kondisi para petani saat ini baik dalam pemenuhan modal, kestabilan harga hasil panen, kemudahan akses pupuk, hingga pendampingan inovasi teknologi pertanian. Petani adalah benteng utama ketahanan bangsa; merawat dan menyejahterakan mereka berarti merawat masa depan kita bersama,” kata Muhammad Fathrul Kamal, Koordinator KKN Posko 03

Uji coba penanaman mina padi ini diharapkan menjadi pilot project (proyek percontohan) berkelanjutan di Kabupaten Semarang dalam mewujudkan kemandirian pangan desa berbasis inovasi dan kerja sama lintas sektor.

 

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA