Jatengvox.com – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisiplin berupa penguatan ekonomi kreatif Kesenian Barongan New Putro Budoyo melalui pengembangan merchandise dan media promosi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kesenian tradisional agar tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Program dilaksanakan pada 31 Januari – 13 Februari 2026 dengan melibatkan pengurus dan anggota Barongan New Putro Budoyo sebagai mitra utama dalam perancangan dan implementasi kegiatan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam program ini juga dijalankan bersama program monodisiplin yang berkaitan dengan keberlanjutan program untuk ekonomi kreatif, antara lain:
Finalisasi desain merchandise Barongan New Putro Budoyo sebagai identitas visual yang menarik dan memiliki nilai jual.
Penyusunan dan pencetakan booklet kewirausahaan sederhana berbasis budaya sebagai panduan pengembangan usaha kreatif.
Sosialisasi kewirausahaan kepada anggota kelompok agar produk merchandise dapat dipasarkan saat pagelaran berlangsung.
Pembuatan dan pencetakan stand banner yang dilengkapi QR code terhubung ke media sosial Barongan New Putro Budoyo sebagai sarana promosi digital.
Melalui kegiatan ini, kesenian Barongan tidak hanya ditampilkan sebagai hiburan tradisional, tetapi juga diperkuat melalui strategi branding dan pemasaran yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program multidisiplin ini memberikan beberapa manfaat, di antaranya:
Meningkatkan kesadaran kelompok seni terhadap pentingnya branding dan identitas visual.
Membuka peluang tambahan pendapatan melalui penjualan merchandise saat pagelaran.
Mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang lebih luas dan efektif.
Menguatkan eksistensi Kesenian Barongan New Putro Budoyo di tengah perkembangan industri kreatif.
Dengan adanya program ini, diharapkan Kesenian Barongan New Putro Budoyo dapat terus berkembang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai unit ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing.
Penulis : Arina Faza Darmawanti, Mahasiswi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro
Editor : Murni A














