Jatengvox.com – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting bagi ibu hamil.
Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan penerapan gaya hidup sehat selama masa kehamilan.
Pencegahan stunting dinilai penting dilakukan sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan, guna memastikan pertumbuhan anak berlangsung optimal.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN Universitas Muria Kudus turut terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Mereka berkolaborasi dengan bidan desa, staf kesehatan dari Puskesmas Undaan, serta kader posyandu setempat.
Materi yang disampaikan mencakup pentingnya asupan makanan bergizi, pemenuhan kebutuhan zat besi dan asam folat, serta cara mencegah anemia pada ibu hamil.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa memberikan contoh pengaturan pola makan sehat menggunakan bahan pangan lokal seperti ikan, telur, sayuran hijau, serta kacang-kacangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar desa.
Edukasi ini disajikan secara interaktif agar lebih mudah dipahami oleh para peserta.
Koordinator KKN, Muhammad Makhrus, menyampaikan pentingnya edukasi sejak masa kehamilan.
“Asupan gizi ibu hamil berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan janin. Dengan edukasi ini, kami berharap angka stunting di desa dapat ditekan sejak awal,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Kasi kesejahteraan, Pak Sutrisno, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa.
“Kegiatan ini mendukung para ibu hamil untuk menyadari pentingnya merawat kesehatan diri dan bayi sejak masih di dalam rahim. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi yang lebih sehat,” ungkapnya.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, lingkar lengan atas (LILA), serta pembagian vitamin dan tablet tambah darah.
Tingkat partisipasi sangat tinggi, dengan kehadiran lebih dari 90% ibu hamil yang terdaftar di Desa Kutuk. Salah satu peserta, Siti Nurjanah (37), yang sedang mengandung anak keduanya, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini.
Ia menyampaikan bahwa penyuluhan tersebut sangat bermanfaat, karena memberikan wawasan baru bagi masyarakat desa mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
“Sangat bermanfaat sekali, jadi orang desa bisa tahu pengetahuan tentang stunting, saya semakin mengerti betapa pentingnya konsumsi makanan bergizi dan melakukan pemeriksaan rutin ke bidan. Penjelasan dari mahasiswa juga gampang dipahami. Harapannya, acara seperti ini dapat sering dilakukan,” ujarnya dengan antusias.
Melalui program ini, diharapkan para ibu hamil dapat menerapkan pola hidup sehat serta menjaga asupan gizi, sehingga anak yang dilahirkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terhindar dari risiko stunting.
Editor : Murni A