Pemulihan Pascabencana di Sumatra Belum Tuntas, Mendagri Catat 15 Daerah Masih Berjuang Kembali Normal

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra masih menghadapi tantangan serius.

Meski berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi telah berjalan, pemerintah pusat mencatat belum semua daerah benar-benar kembali ke kondisi normal.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi pascabencana, terdapat 15 kabupaten/kota di Sumatra yang hingga kini masih berada dalam status belum pulih sepenuhnya.

Penilaian tersebut merupakan hasil pengamatan awal yang dilakukan pemerintah secara menyeluruh.

Dari total 15 daerah tersebut, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni tujuh kabupaten yang masih membutuhkan perhatian khusus.

Daerah-daerah itu meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Luwes, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Optimistis Pemulihan Bencana Sumatra Berjalan Cepat, Tegaskan Jajaran Tak Boleh Lengah

“Dari 15 kabupaten/kota yang belum kembali normal pascabencana, tujuh di antaranya berada di Aceh,” ujar Tito Karnavian saat rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Tito, penilaian tersebut masih bersifat top-down, yakni berdasarkan laporan dan pemetaan awal dari pemerintah pusat. Namun, ia menegaskan bahwa data ini belum final dan akan terus diperbarui.

Selain Aceh, Sumatra Utara tercatat masih memiliki lima daerah yang belum sepenuhnya pulih, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, serta Kota Sibolga.

Baca juga:  Wacana Satu Identitas untuk Satu Akun Medsos, Mungkinkah Jadi Solusi Ruang Digital Aman?

Kondisi infrastruktur, layanan publik, dan pemulihan sosial ekonomi di wilayah tersebut masih memerlukan pendampingan berkelanjutan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, terdapat tiga daerah yang masuk kategori terdampak serius pascabencana, yakni Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam. Dari ketiganya, Kabupaten Agam disebut sebagai wilayah dengan kondisi terberat.

Meski telah memiliki data awal, Tito menekankan pentingnya verifikasi langsung dari pemerintah daerah.

Ia menyebut, laporan dari kepala daerah akan menjadi bagian penting dalam pemetaan lanjutan pemulihan pascabencana.

“Kita ingin mendengar juga dari bawah, bottom-up dari para bupati dan wali kota. Apakah data asumsi ini sudah sesuai atau ada kondisi di lapangan yang belum terdeteksi dan justru membutuhkan perhatian khusus,” kata Tito.

Baca juga:  Kolaborasi Posyandu Remaja Bersama Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17: Upaya Menciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Menurutnya, dari proses tersebut akan muncul sejumlah variabel penting yang digunakan untuk mengelompokkan tingkat urgensi dan fokus penanganan di tiap daerah.

Dalam upaya percepatan pemulihan ini, Tito Karnavian juga mengemban tugas sebagai Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan terarah dan berkelanjutan.

Tito menegaskan, pemulihan tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan rasa aman masyarakat di wilayah terdampak.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak
Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Awal 2026, BPS Catat Tren Mulai Melandai

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:35 WIB

RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:40 WIB

Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terbaru