Pemprov Jateng Raih Penghargaan Kualitas Data Keluarga, Jadi Rujukan Kebijakan Sosial

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional.

Dalam kegiatan Diseminasi Nasional Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 yang digelar di Auditorium Kemendukbangga, Jakarta, Rabu (26/11/2025), Jateng berhasil menempati urutan ketiga sebagai provinsi dengan kualitas data terbaik.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin.

Prestasi tersebut bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga indikator bahwa tata kelola data keluarga di Jateng berjalan efektif, cepat, serta dapat diandalkan sebagai dasar kebijakan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan bahwa capaian tersebut diperoleh karena Jateng unggul dalam kecepatan penyajian data.

Baca juga:  GenRe Jawa Tengah Tunjukkan Kepedulian Lewat Lomba Esai “Kontribusi Remaja dalam Perencanaan Kehidupan Berkeluarga”

Pendataan yang dilakukan di daerah akan diintegrasikan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga dapat menjadi gambaran utuh mengenai kondisi keluarga.

“Alhamdulillah kita terbaik dalam kecepatan waktu penyajian datanya,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan bahwa data yang terkumpul memiliki peran penting dalam memotret berbagai aspek keluarga, mulai dari kondisi sosial, kelompok rentan, hingga situasi kesehatan dan demografi.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng mencatat ada 10.941.764 keluarga yang masuk dalam Pemutakhiran Data Keluarga 2025.

Rincian kelompok keluarga tersebut antara lain:

Baca juga:  Mahasiswa Baru Polines Dapat Motivasi Langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi: Siap Jadi Tulang Punggung Investasi Jawa Tengah

132.170 keluarga memiliki anak di bawah usia dua tahun (baduta)

1.168.499 keluarga memiliki anak di bawah lima tahun (balita)

5.424.614 keluarga merupakan pasangan usia subur dengan istri berusia 15–49 tahun

5.131.488 keluarga tercatat memiliki anggota lanjut usia

Data yang rinci ini menjadi dasar penting untuk membaca kebutuhan masyarakat secara lebih presisi.

Data Menjadi Landasan Kebijakan Berbasis Kebutuhan

Menurut Taj Yasin, data tersebut bukan sekadar angka, melainkan fondasi untuk menentukan arah intervensi pemerintah. Banyak program Pemprov Jateng yang dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan tersebut, di antaranya:

Peningkatan kualitas Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Penguatan layanan PAUD

Baca juga:  Jateng Dorong Budaya Antikorupsi Lewat Program Sekolah Berintegritas

Pemberdayaan PKK

Program pengentasan kemiskinan

Intervensi sosial lainnya yang memerlukan data presisi

Dengan data yang akurat, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran, sumber daya, serta menentukan prioritas program secara lebih tepat sasaran.

Secara nasional, Kemendukbangga mencatat 74.092.313 keluarga telah masuk dalam proses pemutakhiran data.

Angka itu setara dengan 84,1 persen dari estimasi total keluarga Indonesia yang mencapai 88 juta.

Menteri Wihaji menegaskan pentingnya data keluarga sebagai kerangka kebijakan pembangunan manusia.

Ia berharap seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat memanfaatkan data tersebut sebagai “mercusuar” dalam menetapkan arah kebijakan yang lebih adil dan efektif.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jateng Percepat Integrasi Data Sosial Ekonomi! 22,3 Juta Warga Sudah Masuk Sistem DTSEN
Aplikasi JNN Jadi Andalan Baru Jateng Wujudkan Layanan Publik Terintegrasi
Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan di APBD 2026, Siapkan 14 Program Strategis
Dishub Jateng Targetkan Integrasi Transportasi Menjangkau Desa pada 2027
Jelang Penetapan Upah Minimum 2026, Pemprov Jateng Serap Aspirasi Pengusaha dan Pekerja
BBPOM Semarang Dorong Kemandirian Komunitas Wujudkan Pangan Aman di Jawa Tengah
Penguatan Keluarga dan Ekonomi Perempuan, PKK Jateng Canangkan Kapulaga di Pekalongan
Pemprov Jateng Soroti Transformasi Digital dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 06:51 WIB

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Kualitas Data Keluarga, Jadi Rujukan Kebijakan Sosial

Rabu, 26 November 2025 - 06:38 WIB

Jateng Percepat Integrasi Data Sosial Ekonomi! 22,3 Juta Warga Sudah Masuk Sistem DTSEN

Rabu, 26 November 2025 - 05:51 WIB

Aplikasi JNN Jadi Andalan Baru Jateng Wujudkan Layanan Publik Terintegrasi

Selasa, 25 November 2025 - 09:17 WIB

Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan di APBD 2026, Siapkan 14 Program Strategis

Sabtu, 22 November 2025 - 09:28 WIB

Dishub Jateng Targetkan Integrasi Transportasi Menjangkau Desa pada 2027

Berita Terbaru