Jatengvox.com – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 21 turut berperan aktif dalam melancarkan kegiatan Posyandu Balita yang dilaksanakan di RW 01 Desa Gogik pada 17 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok 21 membantu berbagai rangkaian kegiatan posyandu, mulai dari pendaftaran balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pendampingan pencatatan data pertumbuhan balita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa juga turut membantu kader posyandu dalam mengatur alur pelayanan agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan efisien.
Kehadiran mahasiswa Universitas PGRI Semarang memberikan dampak positif bagi jalannya kegiatan posyandu.

Dengan adanya tambahan tenaga, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan terkoordinasi, sehingga para orang tua balita merasa lebih nyaman dan terbantu selama mengikuti kegiatan.
Kegiatan Posyandu Balita ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang Kelompok 21 untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Melalui keterlibatan secara aktif, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan warga, kader kesehatan, serta memahami pentingnya peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Para kader posyandu RW 01 Desa Gogik menyampaikan apresiasi atas bantuan dan partisipasi mahasiswa. Kehadiran mahasiswa dinilai sangat membantu, terutama dalam mengurangi antrean dan mempercepat proses pelayanan.
Kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan kader posyandu menciptakan suasana kegiatan yang tertib, kondusif, dan penuh kebersamaan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang berkelanjutan antara mahasiswa Universitas PGRI Semarang dan masyarakat Desa Gogik.
Sinergi yang baik antara dunia akademik dan masyarakat diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan desa serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan balita secara rutin dan berkelanjutan.
Editor : Murni A














