Mobilitas Diprediksi Meningkat Tajam saat Libur Natal–Tahun Baru 2026, Kemenhub Siapkan Operasi Khusus

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kementerian Perhubungan memproyeksikan meningkatnya pergerakan masyarakat di seluruh moda transportasi, terutama udara.

Prediksi ini muncul seiring tren kenaikan mobilitas tahunan serta semakin padatnya aktivitas libur akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, mengungkapkan bahwa puncak arus keberangkatan diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2025, sementara puncak arus balik jatuh pada 3–4 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah menyiapkan rencana operasi khusus untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (16/11/2025).

Baca juga:  Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

Lonjakan penumpang diprediksi tidak hanya terjadi di rute domestik, tetapi juga internasional.

Dibandingkan periode Nataru tahun lalu, pergerakan udara pada Nataru 2026 dinilai akan meningkat cukup signifikan.

Kemenhub mencatat lima bandara yang diperkirakan menjadi paling sibuk selama periode tersebut, yaitu:

Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang

Bandara Ngurah Rai, Denpasar

Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar

Bandara Kualanamu, Medan

Bandara Juanda, Surabaya

Untuk penerbangan internasional, rute dari dan menuju Singapura serta Kuala Lumpur diprediksi menempati posisi teratas dalam volume pergerakan.

Kondisi ini bukan hal baru. Setiap akhir tahun, bandara-bandara utama memang cenderung mengalami lonjakan penumpang, terutama karena liburan keluarga, wisata, hingga kunjungan akhir tahun.

Baca juga:  Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus US $76.000, Momentum Positif Dorong Strategi Diversifikasi Aset Investor Indonesia

Namun tahun ini Kemenhub menilai lonjakannya akan lebih besar seiring membaiknya dinamika mobilitas dan meningkatnya minat bepergian masyarakat.

Dalam menghadapi potensi kepadatan, Ditjen Perhubungan Udara menekankan perlunya koordinasi erat antara maskapai, pengelola bandara, hingga penyedia layanan navigasi penerbangan.

Lukman menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan contingency plan serta pedoman bandara siaga bencana untuk menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari cuaca ekstrem, gangguan teknis, hingga keadaan darurat lainnya.

Langkah ini diambil agar pelayanan tetap stabil dan risiko gangguan operasional dapat diminimalkan.

Selain aspek teknis, kesiapan personel juga menjadi perhatian. Biasanya, jumlah petugas akan ditambah pada periode libur panjang untuk menangani kepadatan di terminal, area check-in, hingga pengaturan slot keberangkatan.

Baca juga:  Menag Soroti Potensi Zakat Indonesia, Realisasi Masih Jauh dari Target

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Berita Terbaru