Mesin Desalinasi Mulai Ubah Akses Air Bersih di Pesisir Jawa Tengah

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Warga Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, selama bertahun-tahun mengandalkan air isi ulang untuk kebutuhan minum. Intrusi air laut membuat sebagian besar sumur warga terasa asin dan tidak layak konsumsi.

Kondisi tersebut memaksa warga membeli air dari luar desa dengan harga yang relatif tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir, kebutuhan air minum mulai terbantu setelah satu unit mesin desalinasi beroperasi di desa pesisir tersebut.

Mesin desalinasi mengolah air payau menjadi air tawar melalui sistem penyaringan dan reverse osmosis. Air hasil pengolahan tersebut digunakan sebagai air minum bagi warga sekitar.

Baca juga:  Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia Capai Rekor Tertinggi, Menag Tekankan Peran Keluarga dan Ekoteologi

Kapasitas produksi mesin cukup untuk memenuhi kebutuhan ratusan rumah tangga. Pengelolaannya diserahkan kepada kelompok pengelola air desa agar operasional dan perawatan berjalan berkelanjutan.

Salah satu warga Randusanga Kulon, Sri Hastutik, mengatakan harga air dari desalinasi lebih murah dibanding air isi ulang yang biasa dibeli warga.

“Sekarang per galon sekitar Rp2.500. Sebelumnya bisa sampai Rp5.000,” ujarnya.

Selain lebih terjangkau, jarak pengambilan air juga lebih dekat karena berada di dalam desa.

Keberadaan mesin desalinasi di Randusanga Kulon merupakan bagian dari program penyediaan air bersih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di wilayah pesisir utara. Program ini menyasar daerah yang mengalami kesulitan air bersih akibat intrusi air laut.

Baca juga:  Pulihkan Korban Banjir dan Longsor, Kemensos Fokus pada Kebutuhan Dasar Warga

Teknologi desalinasi dipilih karena mampu memanfaatkan sumber air yang tersedia di wilayah pesisir, sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada air dari luar desa.

Meski membantu kebutuhan warga, desalinasi bukan solusi tunggal bagi persoalan air bersih di pesisir. Operasional mesin membutuhkan perawatan dan biaya listrik yang harus dikelola secara konsisten.

Pemerintah daerah berharap pengelolaan berbasis desa dapat menjaga keberlanjutan layanan, sehingga akses air minum bagi warga pesisir dapat terus terjaga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru