Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Gerakkan Kesadaran Merawat Alam

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Seruan menjaga lingkungan kembali digaungkan di tengah meningkatnya bencana ekologis di berbagai daerah.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa merawat alam bukan sekadar ajakan moral, tetapi juga bagian dari tugas spiritual setiap pemeluk agama.

Pesan ini ia sampaikan dalam Dialog Kerukunan Lintas Agama yang digelar di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Acara yang menghadirkan 350 peserta itu diikuti pejabat Kemenag, akademisi, dan perwakilan dari berbagai agama. Tahun ini, diskusi difokuskan pada tema ecoteologi—pendekatan spiritual yang melihat hubungan manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Di tengah kondisi Sumatra yang dilanda bencana ekologis, Menag menilai pembahasan ecoteologi semakin relevan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Gandeng PMI Kendal Gelar Donor Darah di Balai Desa Margosari

Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat disebut menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardh apabila tetap merusak alam—baik dengan membakar hutan, menebang tanpa kendali, hingga membuang sampah sembarangan.

“Musibah ini mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan berkaitan erat dengan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Menag juga menuturkan bahwa gagasan ecoteologi telah ia suarakan jauh sebelum bencana terjadi, namun momentum krisis saat ini menjadi titik refleksi penting bagi semua pihak.

Ia berharap para tokoh lintas agama membawa pesan ini kembali ke komunitas masing-masing. Kesadaran kolektif, menurutnya, hanya bisa tumbuh jika pesan ekologis diinternalisasi sebagai bagian dari ajaran agama, bukan sekadar imbauan publik.

Syeikh Mohammed bin Abdulkarim Al Issa, Sekretaris Jenderal Muslim World League yang turut hadir, memberikan pandangan dari kacamata global.

Baca juga:  KKN Reguler 85 Posko 1 Gelar Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Serai di Dusun Cening Lor

Ia menilai isu lingkungan justru jarang menjadi fokus dalam forum dialog antaragama internasional, padahal dampak kerusakan alam begitu luas dan langsung mempengaruhi kehidupan beribadah.

“Banjir dan bencana ekologis lainnya dapat menghambat umat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas keagamaan,” tuturnya.

Ia menyebut konsep ecoteologi yang digagas Menag sebagai pendekatan visioner yang saat ini sangat dibutuhkan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.

Dalam dialog tersebut, enam tokoh agama Indonesia juga memberikan pandangan mengenai relasi manusia dan alam.

Mereka sepakat bahwa setiap ajaran agama pada dasarnya memiliki panduan jelas tentang penjagaan bumi.

Baca juga:  Seru dan Inspiratif! Ibu-Ibu PKK Dusun Krajan Bersama KKN UPGRIS Mengabdi Kelompok 34 Antusias Membuat Lilin Aromaterapi

Beberapa pesan yang muncul, yakni:

Islam menekankan manusia sebagai penjaga bumi yang bertugas menjaga keseimbangan.

Kekristenan mengajarkan prinsip stewardship, yakni tanggung jawab moral untuk merawat ciptaan Tuhan.

Hindu melalui konsep Tri Hita Karana menegaskan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Buddha menempatkan welas asih sebagai dasar membangun hubungan sehat dengan semua makhluk hidup.

Khonghucu mengajarkan harmoni dengan alam sebagai etika kehidupan sehari-hari.

Kearifan lokal Nusantara melalui prinsip memayu hayuning bawana menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan dunia.

Keragaman pandangan ini menunjukkan satu benang merah: spiritualitas dan kepedulian lingkungan bukan dua hal yang berdiri sendiri, melainkan saling menguatkan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur
Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina
Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang
Tingkatkan Higienitas Peserta Didik, Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Praktik Edukasi Cuci Tangan di TK Al-Hidayah 7 Palebon

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:21 WIB

Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB

Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina

Jumat, 23 Januari 2026 - 08:19 WIB

Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Kamis, 22 Januari 2026 - 05:22 WIB

Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati

Berita Terbaru