Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan Resmi Ditarik, Tinggalkan Jejak Pengabdian dan Kolaborasi Bersama Masyarakat

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Sebanyak 17 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) Semarang yang tergabung dalam Kelompok 9 Desa Leyangan secara resmi ditarik pada Senin, 2 Maret 2026.

Kegiatan penarikan tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN.

Penarikan mahasiswa KKN ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan mahasiswa selama beberapa waktu di Desa Leyangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama menjalankan program KKN, para mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan potensi desa yang dimiliki oleh wilayah tersebut.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran mahasiswa KKN selama masa pengabdian dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Leyangan, baik dalam bentuk program kerja, pendampingan kegiatan masyarakat, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan desa.

Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan, Ahmad Musthofa, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN.

“Selama kami berada di Desa Leyangan, kami merasakan sambutan yang begitu hangat dari masyarakat. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan di sini, mulai dari belajar memahami kehidupan sosial masyarakat hingga bekerja bersama dalam berbagai kegiatan desa. Kami berharap apa yang telah kami lakukan, meskipun sederhana, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Musthofa.

Baca juga:  Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Ia juga menambahkan bahwa Desa Leyangan memiliki berbagai potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan alam yang dimiliki.

“Desa Leyangan memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sektor pertanian, kegiatan masyarakat yang aktif, hingga semangat gotong royong yang masih sangat kuat. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan desa tidak lepas dari kebersamaan masyarakatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nurul Fatimatus, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menjalankan kegiatan KKN dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan KKN dengan sungguh-sungguh. Kegiatan ini bukan hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” tutur Nurul Fatimatus.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarakkan Hari Santri Nasional di SD Negeri 1 Cening

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Desa Leyangan yang telah memberikan ruang serta dukungan kepada mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian di desa tersebut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Leyangan yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung. Dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program-program yang telah dijalankan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan masyarakat selama berada di Desa Leyangan.

“Kami dari Pemerintah Desa Leyangan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah hadir dan berkontribusi di desa kami. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi masyarakat, terutama dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan, pendidikan, dan pengembangan potensi desa,” ujar Yogi Wadyabratha.

Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah positif dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.

“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Mahasiswa memiliki semangat, ide, dan kreativitas yang dapat membantu mendorong perkembangan desa. Semoga pengalaman yang diperoleh selama di Desa Leyangan juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ke depannya,” tambahnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Dorong Minat Belajar Siswa SD Islam Gintungan Melalui Program Gogik Library

Desa Leyangan sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Ungaran Timur yang memiliki berbagai potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, kegiatan ekonomi masyarakat, hingga kehidupan sosial yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.

Keberadaan mahasiswa KKN selama beberapa waktu di desa tersebut turut memberikan warna baru dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Selama menjalankan kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan masyarakat di lapangan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan penarikan ini, maka secara resmi berakhir pula rangkaian pengabdian mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 di Desa Leyangan.

Meskipun demikian, hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjaga sebagai bagian dari semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun masyarakat.

Kegiatan KKN tidak hanya menjadi wadah pengabdian bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru