KKN UIN Walisongo Semarang Posko 14 Bantu Pelaksanaan Pengecekan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di Pendampingan Layanan Posyandu ILP Desa Pasir

waktu baca 3 menit
Selasa, 26 Mei 2026 21:51 31 jatengvox

Jatengvox.com – Dalam upaya mendukung pencegahan stunting sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 14 turut membantu pelaksanaan pengecekan pertumbuhan dan perkembangan balita pada kegiatan Pendampingan Layanan Posyandu ILP Desa Pasir yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei.

Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan kader-kader Posyandu setempat serta masyarakat yang memiliki balita dan anak usia di bawah tiga tahun.

Posyandu ILP merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dasar yang bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat secara menyeluruh, khususnya ibu dan anak.

Melalui kegiatan ini, pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipantau secara berkala sehingga berbagai permasalahan kesehatan, termasuk risiko stunting, dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 14 bekerja sama dengan para kader Posyandu Desa Pasir untuk membantu jalannya pelayanan.

Baca juga:  Menkomdigi Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi Berlandaskan Etika dan Kemanusiaan

Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya bertujuan untuk mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan pada sektor kesehatan.

Kegiatan Posyandu ILP Desa Pasir terdiri atas enam pos pelayanan, yaitu Pos 1 hingga Pos 6, yang masing-masing memiliki fungsi dan tugas berbeda dalam proses pelayanan kepada masyarakat.

Untuk membantu efektivitas pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Posko 14 dibagi ke dalam enam pos tersebut. Setiap pos ditempatkan dua hingga tiga mahasiswa yang bertugas membantu kader Posyandu sesuai dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing pos.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Walisongo Semarang dan UIN Saifudin Zuhri Aktif Mengajar di Lembaga Pendidikan Desa

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa KKN dan kader Posyandu bekerja sama dengan baik untuk memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan lancar.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mengikuti pemeriksaan rutin.

Kehadiran Posyandu menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan dan perkembangan anak secara berkala.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 14 memperoleh pengalaman langsung dalam mendampingi kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

Dengan adanya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin melalui Posyandu ILP, diharapkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai usianya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Desa Timpik Paparkan Program Kerja Bersama Perangkat Desa

Deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan menjadi langkah penting dalam mencegah stunting sehingga anak-anak dapat memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik di masa depan.

Kegiatan pendampingan layanan Posyandu ILP Desa Pasir yang melibatkan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 14 ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, dan perguruan tinggi dapat menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan kesadaran serta kualitas kesehatan anak.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, upaya pencegahan stunting sejak dini diharapkan dapat terlaksana secara lebih efektif demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA