Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Adakan Workshop Pembuatan Teh Herbal dari Biji Alpukat untuk Pelaku UMKM

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 melaksanakan kegiatan Workshop Pembuatan Teh Herbal dari Biji Alpukat bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN bidang kewirausahaan dan inovasi produk, yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas serta nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.

Workshop yang diadakan di Balai Desa Lerep ini diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM dan ibu-ibu setempat yang antusias untuk belajar membuat minuman herbal alami.

Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemanfaatan biji alpukat—bagian yang sering dianggap limbah—menjadi produk minuman sehat bernilai ekonomi tinggi.

Koordinator KKN Kelompok 20, Hartanto Apriandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari banyaknya potensi bahan alami di sekitar Desa Lerep yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Desa Gebugan Tampilkan Inovasi UMKM dan Budaya Lokal di Expo KKN Bergas Lor

“Kami ingin membantu pelaku UMKM untuk berinovasi dengan bahan yang mudah ditemukan. Biji alpukat ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan, seperti menurunkan kolesterol dan melancarkan peredaran darah. Dengan diolah menjadi teh herbal, bahan ini bisa menjadi peluang usaha baru yang bernilai jual,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatan teh herbal mulai dari proses pengeringan biji alpukat, penyangraian, hingga penyeduhan.

Peserta juga diajarkan cara pengemasan sederhana agar produk terlihat menarik dan higienis, serta diberikan tips pemasaran digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu anggota KKN, Luthfi Syabana Badri, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada edukasi pentingnya menjaga kualitas produk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Penggunaan Gadget Bersama Ibu-Ibu PKK di RW 5 Kaligawe

“Kami mengajarkan bagaimana menjaga kebersihan, takaran yang tepat, dan penyimpanan yang benar agar rasa dan manfaat teh tetap terjaga. Tujuannya agar pelaku UMKM bisa menghasilkan produk bervariasi untuk dijual dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Peserta workshop terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Beberapa bahkan mencoba langsung proses pengolahan dan mencicipi hasil teh herbal yang telah dibuat.

Menurut mereka, rasa teh biji alpukat memiliki aroma khas dan cita rasa lembut, sehingga berpotensi menjadi produk minuman kesehatan yang digemari masyarakat.

Salah satu peserta, Ninik, pelaku usaha lokal, mengungkapkan rasa terima kasih atas pelatihan yang diberikan mahasiswa.

“Saya senang bisa belajar hal baru. Selama ini biji alpukat kami buang, ternyata bisa diolah jadi minuman sehat dan bisa dijual. Ini ide yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Baca juga:  Magang Nasional 2025: Syarat, Cara Daftar, dan Gaji Peserta

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ramadhan Renaldy, M.Kom, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

Menurutnya, workshop tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri.

“Mahasiswa mampu menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata. Pelatihan seperti ini membantu UMKM lokal berkembang sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN menyerahkan panduan tertulis mengenai proses pembuatan teh herbal dari biji alpukat serta ide desain kemasan yang dapat digunakan oleh peserta untuk mengembangkan produk mereka sendiri.

Melalui workshop ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 berharap dapat menumbuhkan semangat inovasi di kalangan pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di Desa Lerep.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat bersinergi untuk menghasilkan peluang usaha baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo
DPR Sahkan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Ini Harapan Lima Tahun ke Depan

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:38 WIB

Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:21 WIB

Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin

Berita Terbaru