Berita  

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Sosialisasi Etika Media Sosial bagi Remaja RW 08 Kelurahan Gemah

Jatengvox.com – Pesatnya perkembangan dunia digital bak pisau bermata dua bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses menggelar sosialisasi bertajuk “Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial” yang menyasar para remaja di lingkungan RW 08, Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai RW setempat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai batasan hukum dan moral dalam berinteraksi di dunia maya.

Mengingat, kasus perundungan siber (cyberbullying) dan penyebaran berita bohong (hoax) masih menjadi ancaman nyata bagi remaja.

Baca juga:  Dompet Dhuafa Kirim 11 Truk Kemanusiaan Berisi 75 Ton Bantuan untuk Penyintas Bencana Sumatera

Fokus pada UU ITE dan Dampak Psikologis

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa KKN menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya.

Tidak hanya soal teknis, mereka juga membedah poin-poin penting dalam UU ITE agar para remaja terhindar dari jeratan hukum akibat unggahan yang tidak bertanggung jawab.

“Remaja adalah pengguna aktif media sosial, namun seringkali mereka lupa bahwa jejak digital itu abadi. Kami ingin mereka sadar bahwa apa yang mereka ketik bisa berdampak besar bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar koordinator mahasiswa KKN dalam sambutannya.

Baca juga:  Telkom AI Center Bandung Hadirkan Workshop dan Mentoring AI untuk Bantu Kreator dan UMKM Bangun Content Engine

Suasana sosialisasi tampak hidup saat memasuki sesi diskusi interaktif. Para remaja diajak melakukan simulasi cara merespons komentar negatif secara elegan dan bagaimana melaporkan konten yang mengandung unsur SARA atau provokasi.

Ketua RW 08 Kelurahan Gemah menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan karena orang tua terkadang memiliki keterbatasan dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Harapannya, remaja di RW 08 bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar dalam menciptakan iklim media sosial yang positif dan inspiratif,” ungkapnya.

Baca juga:  SPADA Indonesia, Terobosan Baru Kemdiktisaintek untuk Perluas Akses Kuliah Daring di Tanah Air

Acara ditutup dengan deklarasi bersama “Remaja Bijak Bermedsos” dan sesi foto bersama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka konflik digital di tingkat lokal dapat ditekan, sekaligus mencetak generasi muda yang literat secara digital di Kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *