Mahasiswa KKN UPGRIS Ciptakan Inovasi Kering Pepaya di Posko Posyandu Mugi Rahayu

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menghadirkan inovasi kuliner berupa kering pepaya dalam kegiatan demonstrasi di Posko Posyandu Mugi Rahayu RW 5 Ngempon, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Program ini tidak sekadar memperkenalkan olahan baru, tetapi juga mengajak ibu-ibu setempat untuk ikut belajar dan mencoba langsung.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang menekankan inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa merancang langsung desain kemasan produk dan desain stiker kreatif agar siap dipasarkan.

Inovasi ini berangkat dari potensi pepaya lokal yang melimpah namun jarang diolah menjadi produk bernilai jual.

Baca juga:  Latih Kreativitas dan Jiwa Wirausaha, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Ecoprint di SD

Melalui berbagai percobaan, mahasiswa meramu resep kering pepaya dengan cita rasa manis-gurih yang disesuaikan dengan lidah warga.

Bahan baku diperoleh dari Pasar Karangjati, mulai pepaya muda, tepung beras, terigu, tapioka, hingga rempah-rempah lokal.

“Kami mencoba beberapa versi sebelum menemukan kombinasi rasa yang paling pas. Setiap percobaan memberi kami wawasan tentang bagaimana bahan lokal bisa diolah agar sesuai dengan lidah warga RW 5,” ujar salah satu mahasiswa.

Dalam demonstrasi, mahasiswa mempraktikkan teknik pemarutan pepaya, pencucian untuk mengurangi getah, hingga penggorengan agar tekstur renyah namun tetap kenyal.

Baca juga:  Serunya Outbond Ibu-Ibu PKK Bersama Mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Gondoriyo

Ibu-ibu RW 5 tampak antusias mengikuti setiap tahap, bahkan memberi masukan rasa pada saat pencampuran bumbu.

Selain rasa, mahasiswa juga menekankan pentingnya kemasan. Produk kering pepaya dikemas dalam plastik atau toples dengan stiker desain modern bernuansa tradisional.

Menurut mahasiswa, tampilan menarik menjadi faktor penting dalam pemasaran produk kuliner.

Kegiatan ini memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Bahan lokal terserap, pedagang pasar terbantu, sementara produk olahan pepaya berpotensi dijadikan camilan atau oleh-oleh khas daerah.

Ke depan, mahasiswa berencana mengembangkan workshop kuliner berbasis bahan lokal, sekaligus memperluas pelatihan desain kemasan dan pemasaran produk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN 25 UPGRIS dan Warga Desa Gebugan Wujudkan Gaya Hidup Sehat Melalui Kegiatan Senam Pagi Bersama

Inovasi kering pepaya KKN UPGRIS di Ngempon menunjukkan bagaimana kreativitas mahasiswa dapat bersinergi dengan masyarakat.

Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi, pemberdayaan, dan pelestarian kuliner lokal yang berkelanjutan.

Penulis : Agastya Rajasya Putra Mahyawi - Mahasiswa KKN Kelompok 29 UPGRIS

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru