Berita  

Mahasiswa KKN UPGRIS Ciptakan Inovasi Kering Pepaya di Posko Posyandu Mugi Rahayu

kering pepaya

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menghadirkan inovasi kuliner berupa kering pepaya dalam kegiatan demonstrasi di Posko Posyandu Mugi Rahayu RW 5 Ngempon, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Program ini tidak sekadar memperkenalkan olahan baru, tetapi juga mengajak ibu-ibu setempat untuk ikut belajar dan mencoba langsung.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang menekankan inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa merancang langsung desain kemasan produk dan desain stiker kreatif agar siap dipasarkan.

Inovasi ini berangkat dari potensi pepaya lokal yang melimpah namun jarang diolah menjadi produk bernilai jual.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Gaungkan SAFE-IN di Desa Leyangan, Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bahaya Kebakaran

Melalui berbagai percobaan, mahasiswa meramu resep kering pepaya dengan cita rasa manis-gurih yang disesuaikan dengan lidah warga.

Bahan baku diperoleh dari Pasar Karangjati, mulai pepaya muda, tepung beras, terigu, tapioka, hingga rempah-rempah lokal.

“Kami mencoba beberapa versi sebelum menemukan kombinasi rasa yang paling pas. Setiap percobaan memberi kami wawasan tentang bagaimana bahan lokal bisa diolah agar sesuai dengan lidah warga RW 5,” ujar salah satu mahasiswa.

Dalam demonstrasi, mahasiswa mempraktikkan teknik pemarutan pepaya, pencucian untuk mengurangi getah, hingga penggorengan agar tekstur renyah namun tetap kenyal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 13 Kenalkan Dasar-Dasar Coding di SDN 1 Ungaran

Ibu-ibu RW 5 tampak antusias mengikuti setiap tahap, bahkan memberi masukan rasa pada saat pencampuran bumbu.

Selain rasa, mahasiswa juga menekankan pentingnya kemasan. Produk kering pepaya dikemas dalam plastik atau toples dengan stiker desain modern bernuansa tradisional.

Menurut mahasiswa, tampilan menarik menjadi faktor penting dalam pemasaran produk kuliner.

Kegiatan ini memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Bahan lokal terserap, pedagang pasar terbantu, sementara produk olahan pepaya berpotensi dijadikan camilan atau oleh-oleh khas daerah.

Ke depan, mahasiswa berencana mengembangkan workshop kuliner berbasis bahan lokal, sekaligus memperluas pelatihan desain kemasan dan pemasaran produk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Ikut Lestarikan Tradisi Nyadran di Pemakaman Dliwang

Inovasi kering pepaya KKN UPGRIS di Ngempon menunjukkan bagaimana kreativitas mahasiswa dapat bersinergi dengan masyarakat.

Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi, pemberdayaan, dan pelestarian kuliner lokal yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *