Jatengvox.com – Kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di Kota Semarang membutuhkan penataan ruang yang baik agar pengunjung merasa nyaman dan aman.
Menjawab kebutuhan tersebut, seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Geodesi, Angga Wicaksono, melaksanakan program pembuatan siteplan untuk kawasan CFD.
Program ini berlangsung mulai 29 Januari hingga 14 Februari 2025 di sepanjang Jalan Pemuda, Semarang.
Siteplan atau rencana tapak merupakan peta detail yang menggambarkan tata letak area, termasuk zona pejalan kaki, stan UMKM, jalur darurat, dan titik parkir.
Angga menjelaskan bahwa pembuatan siteplan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang selama CFD berlangsung.
“Dengan adanya siteplan, aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM dapat lebih teratur, sehingga potensi kepadatan atau konflik di lapangan bisa diminimalkan,” ujar Angga saat ditemui di lokasi pengukuran, Selasa (4/2).
Proses pembuatan siteplan diawali dengan survei dan pengukuran situasi detail menggunakan alat ukur total station. Angga bersama timnya melakukan pemetaan topografi, mengukur lebar jalan, serta mengidentifikasi titik-titik strategis seperti persimpangan dan akses keluar-masuk. Namun, kegiatan ini tidak lepas dari kendala.
“Hambatan utama adalah cuaca yang tidak menentu. Saat pengukuran berlangsung, sering turun hujan sehingga kami harus menyesuaikan jadwal dan bekerja ekstra hati-hati agar data yang diperoleh tetap akurat,” ungkap Angga.
Setelah data terkumpul, Angga mengolahnya menjadi peta digital dan menyusun desain siteplan yang memuat zonasi khusus.
Hasil rancangan kemudian dipresentasikan kepada Dinas Perhubungan (DISHUB) Kota Semarang dan perwakilan pelaku UMKM pada pertemuan yang digelar di kantor DISHUB, Jumat (14/2).
Dalam pemaparan tersebut, Angga memaparkan detail tata letak, termasuk penempatan tenda UMKM, jalur khusus pesepeda, dan area evakuasi. Pihak DISHUB menyambut baik inisiatif ini.
Kepala Seksi Lalu Lintas DISHUB Kota Semarang, Bapak Sukamto, menyatakan, “Kami sangat terbantu dengan adanya siteplan ini. Diharapkan ke depan pelaksanaan CFD bisa lebih tertib dan terukur, serta mengakomodasi kepentingan semua pihak.”
Selain pemaparan, Angga juga berdiskusi dengan pelaku UMKM untuk menyesuaikan kebutuhan mereka.
Beberapa masukan seperti penambahan titik listrik dan posisi stan yang lebih strategis turut diakomodasi dalam revisi akhir siteplan.
Program ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah kota dalam mengelola kegiatan mingguan yang melibatkan ribuan warga tersebut.
Dengan selesainya program ini, Angga berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya senang bisa berkontribusi nyata. Semoga siteplan ini dapat diimplementasikan dan membawa kenyamanan bagi semua pengunjung CFD,” tutupnya.
Editor : Murni A














