Mahasiswa KKN UNDIP Mengenalkan Budidaya Maggot dan Lele Guna Tingkatkan Potensi Daur Ulang di Desa Weleri

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 21:00 8 jatengvox

Jatengvox.com – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Budidaya Maggot dan Lele yang bertempat di Balai Desa, Desa Weleri, Kecamatan Weleri, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan sampah organik yang telah menumpuk.

Dengan menyasar ibu-ibu PKK, peternak desa, pengrajin tempe dan tahu, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta keterampilan praktis dalam mengelola limbah organik menjadi sumber daya yang bernilai guna melalui budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan sampah sekaligus pakan ternak, serta budidaya lele yang dapat mendukung potensi peternakan masyarakat dan ketahanan pangan keluarga.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Edukasi Ekosistem Laut kepada Siswa SD Kandeman

Ketua KKN Desa Weleri, Chelsea Laila S.A, menjelaskan bahwa program ini berasal dari keresahan warga terkait pengelolaan sampah di Desa Weleri.

“Sampah itu sering dianggap masalah, padahal kalau diolah dengan cara yang tepat, sampah bisa jadi cuan. Dengan adanya budidaya maggot dan aquadalon, kami membuktikan bahwa galon bekas dan sampah sisa dapur bisa disulap jadi peluang usaha. Harapannya apa yang kami tinggkalkan tidak hanya ilmu, tapi dapat diimplementasikan dikehidupan warga,” ujarnya saat sambutan sosialisasi.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengenalan maggot Black Soldier Fly (BSF), manfaatnya dalam mengurai sampah organik, serta keterkaitannya dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga:  Tingkatkan Literasi Pengelolaan Sampah, Mahasiswa KKN Tim II Undip Susun Artikel Edukatif Bilingual di Desa Depok

Selanjutnya disampaikan pula materi mengenai fase budidaya maggot mulai dari penetasan telur hingga panen, potensi bisnis yang dapat dikembangkan dari hasil budidaya, serta pemaparan terkait kandang budidaya untuk maggot.

Tim juga mengembangkan tiga media berbasis data, yaitu SIMAGOT sebagai aplikasi simulasi budidaya yang diperkenalkan melalui pelatihan warga, SIKANG-LE yang memuat pencatatan data, riwayat monitoring, dan dashboard visualisasi, serta modul analisis statistik hasil budidaya maggot sebagai bahan pendamping evaluasi.

Sebagai pelengkap, tim KKN turut memperkenalkan inovasi Aquadalon, yaitu metode budidaya lele dan kangkung memanfaatkan galon bekas sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Warga tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.

Baca juga:  Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis

Kepala Desa Weleri, Bapak Kiswoyo S.E menyambut baik program yang dibawakan oleh mahasiswa KKN. “Kami berterima kasih ilmunya dibagikan. Semoga warga tidak cuma tahu terkait budidaya maggot dan lele, tapi benar-benar mau melanjutkan setelah adik-adik mahasiswa pulang,”ujarnya saat sambutan di Balai Desa Weleri.

Acara reportase ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh warga serta penyerahan cinderamata/bantuan secara simbolis oleh masing-masing penanggungjawab program kerja kepada Bapak Kiswoyo S.E. selaku Kepala Desa Weleri.

 

Penulis/Reporter: Hifi Challista D, M. Fikri Ardani, Nasywa Maulidina P.I.

Fotografer: Chelsea Laila S.A.

Kontak Media / Humas Kelompok: 082287854321 (Fikri)

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA