Mahasiswa KKN Undip Edukasi Anti-Bullying di SD 2 Sendang, Tanamkan Empati Sejak Dini

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 22:06 3 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar edukasi anti-bullying bagi siswa SD 2 Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Sosial Kemasyarakatan mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Sendang. Edukasi diberikan sebagai upaya menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai perundungan, dampaknya, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi berdasarkan jenjang kelas. Sesi pertama diikuti siswa kelas 1 hingga 3, sedangkan sesi kedua diikuti siswa kelas 4 hingga 6. Pembagian sesi tersebut dilakukan agar penyampaian materi dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta didik.

Pihak SD 2 Sendang menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Perwakilan guru kelas 1 dan kelas 6 turut mendampingi kegiatan, sementara pihak kepala sekolah memberikan sambutan hangat atas edukasi yang diberikan mahasiswa KKN.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Syahid Kawali, mahasiswa Fakultas Hukum Undip, menjadi pemapar utama. Ia mengajak siswa mengenali bentuk-bentuk perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perundungan secara verbal, fisik, hingga sosial.

Syahid menjelaskan bahwa perundungan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Ejekan, penghinaan, pengucilan, maupun tindakan yang membuat seseorang merasa takut dan tidak nyaman juga perlu diwaspadai sebagai bentuk perundungan.

Baca juga:  DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

“Bullying bukan sekadar bercanda ketika tindakan tersebut membuat orang lain merasa takut, terluka, atau tidak nyaman. Kita perlu belajar memahami batas antara bercanda dan menyakiti orang lain, serta berani menghentikan perundungan ketika melihatnya,” ujar Syahid.

Selain mengenalkan bentuk perundungan, siswa juga diajak memahami dampak yang dapat dialami korban. Rasa takut, cemas, sedih, kesulitan berkonsentrasi, hingga menurunnya kepercayaan diri menjadi beberapa dampak yang dibahas dalam kegiatan tersebut.

Syahid juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan tidak hanya berdampak terhadap korban, tetapi juga dapat membawa konsekuensi bagi pelaku.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 134 Ajarkan Pembuatan Lilin Aromatik ke Ibu-Ibu PKK di Desa Timpik

“Ketika kita melakukan bullying, yang terdampak bukan hanya orang yang menjadi korban. Pelaku juga dapat membawa dampak dari perilaku tersebut terhadap dirinya sendiri. Karena itu, mencegah bullying berarti menjaga lingkungan kita sekaligus menjaga masa depan kita bersama,” ungkapnya.

Agar penyampaian edukasi tidak berlangsung satu arah, mahasiswa KKN mengemas kegiatan dengan permainan dan ice breaking. Siswa diajak berinteraksi dan mengikuti aktivitas bersama sehingga suasana kegiatan berlangsung lebih cair dan menyenangkan.

Mahasiswa KKN lainnya turut membantu pelaksanaan kegiatan dengan mendampingi siswa selama proses edukasi, mengarahkan permainan, serta membangun interaksi dengan peserta. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkomunikasi secara langsung dengan mereka.

Baca juga:  Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

Pada sesi berikutnya, siswa diajak memahami apa yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami perundungan. Mahasiswa mendorong siswa untuk berani bercerita kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya serta tidak membalas tindakan perundungan dengan kekerasan.

Siswa juga diajak untuk tidak menjadi bagian dari perundungan ketika melihat temannya mengalami tindakan tersebut. Dukungan sederhana kepada korban dan keberanian untuk melaporkan kejadian dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada siswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama mengikuti rangkaian edukasi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap pemahaman mengenai perundungan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi anti-bullying juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.

 

Penulis : Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 di Desa Sendang, Wonogiri

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA