Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa pengadaan tripod serta pelatihan video editing bagi kelompok seni Barongan New Putro Budoyo sebagai upaya mendukung pelestarian budaya lokal di era digital.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal dengan melibatkan anggota aktif kelompok barongan serta tim mahasiswa KKN.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok seni Barongan New Putro Budoyo dalam mendokumentasikan dan mempromosikan pertunjukan secara lebih profesional.
Di tengah perkembangan media sosial yang pesat, dokumentasi visual yang baik menjadi salah satu kunci dalam memperluas jangkauan promosi serta menarik minat generasi muda terhadap seni tradisional.

Pelatihan penggunaan tripod dilaksanakan secara praktik langsung dengan perangkat handphone yang dimiliki anggota kelompok.
Selain itu, kelompok seni barongan New Putro Budoyo juga dibekali materi video tutorial menggunakan aplikasi Capcut.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, di mana anggota kelompok barongan tidak hanya menyimak, tetapi langsung mencoba menggunakan tripod hingga mereka memahami cara merakit tripod, memasang handphone pada tripod dengan benar, dan memanfaatkan bubble level pada kepala tripod untuk kualitas pengambilan gambar yang lebih baik.
Kelompok seni Barongan New Putro Budoyo menyambut baik program ini dan mengaku terbantu dengan adanya dukungan sarana serta peningkatan keterampilan digital.
“Saya berterima kasih kepada tim KKN Undip yang telah memberikan peralatan yang diperlukan untuk kita main barongan,” ujar Samsul, pengasuh kelompok seni barongan New Putro Budoyo.
Samsul menambahkan, ia juga ingin kelompok seni barongan New Putro Budoyo dapat mengelola konten dan memperluas jangkauan penonton seni barongan khas Kabupaten Kendal ini.
Melalui program ini, diharapkan kelompok seni barongan New Putro Budoyo dapat menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu memproduksi konten pertunjukan secara mandiri dan konsisten. Dengan demikian, sinergi antara pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi dapat terus berkembang.
Penulis : Kennice Quinn Wijaya
Editor : Murni A














