Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 23 Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Leban Gelar Pelatihan Ecoprint

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Posko 23 Reguler-85 UIN Walisongo Semarang menggelar Pelatihan dan Pembuatan Ecoprint bersama Ibu-Ibu PKK Desa Leban pada Selasa, 18 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN serta 20 peserta dari kader PKK.

Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan metode penghiasan totebag menggunakan bahan alami berupa daun sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Totebag hasil Ecoprint diharapkan dapat digunakan sebagai tas belanja atau kebutuhan sehari-hari yang ramah lingkungan dan dapat dipakai berulang kali.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan perangkat desa dan kordes posko 23.

Baca juga:  Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Selanjutnya peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai konsep Ecoprint, jenis daun yang dapat digunakan, hingga proses pembuatannya.

Setelah sesi materi, peserta langsung mempraktikkan teknik Ecoprint pada totebag yang telah disiapkan.

Salah satu dari Ibu-ibu kader PKK, mengungkapkan antusiasmenya. “Seru karena mendapatkan pengetahuan baru bahwa daun bisa digunakan untuk penghiasan di totebag dan menghasilkan warna alami,” ujarnya.

Selain itu, Ibu Kinarsih selaku kader PKK juga menambahkan kesannya.

“Sebelumnya sudah ada rencana untuk pelatihan ecoprint, akan tetapi baru terlaksana sekarang,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam kreativitas dan pengurangan sampah plastik.

Baca juga:  Semarak Latber Voli Ngabean 2025: Ajang Silaturahmi, Unjuk Bakat Remaja, dan Kolaborasi KKN UIN Walisongo Posko 22

Pelatihan ini berlangsung dengan interaktif dan penuh antusias. Ibu-Ibu PKK tampak menikmati proses merancang motif hingga melihat hasil akhir Ecoprint mereka masing-masing.

Selain memberi pengalaman baru, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Leban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *