Mahasiswa KKN UIN Walisongo Latih Ibu-Ibu Kader Posyandu Mengolah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Minggu, 26 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengadakan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kader Posyandu yang berada di Desa Getas.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah yang sering digunakan ibu untuk memasak.

Pelatihan yang diikuti oleh ibu-ibu kader Posyandu berlangsung dengan antusias, dimulai dengan penjelasan tentang dampak pembuangan minyak jelantah sembarangan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Festival Santri Cilik Meriahkan Hari Santri Nasional di Pagertoyo

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan manfaat serta peluang usaha dalam mengolahnya, yang disampaikan oleh mahasiswa KKN divisi Ekonomi Kreatif.

“Tanpa disadari, minyak jelantah yang dibuang ke dalam selokan maupun tanah bisa mencemari lingkungan, merusak ekosistem air, bahkan jika digunakan kembali untuk menggoreng makanan bisa mengganggu kesehatan. Minyak jelantah atau minyak bekas pakai dapat didaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga bisa menciptakan produk bernilai tambah, seperti dijadikan souvenir untuk pernikahan, untuk mendukung ekonomi kreatif lokal,” ujar salah satu mahasiswa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Wawancara Pelaku UMKM di Desa Wisata Trayu

Setelah itu, dilakukan praktik langsung proses pembuatan lilin aromaterapi, kemudian ibu-ibu kader memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi dengan bimbingan mahasiswa KKN.

Proses pembuatan sangat mudah, diawali dengan merendam minyak jelantah menggunakan arang aktif selama kurang lebih 24 jam untuk mengurangi aroma tidak sedap, lalu minyak disaring untuk memisahkan kotoran yang tersisa.

Selanjutnya, minyak dipanaskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan bahan tambahan seperti palm wax sebagai pengeras, pewarna makanan atau pakaian, serta essential oil untuk menghasilkan lilin dengan aroma yang lebih harum.

Baca juga:  Kolaborasi Posyandu Remaja Bersama Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17: Upaya Menciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Setelah proses pencampuran selesai, minyak dituangkan ke dalam wadah cetakan, dan sumbu dimasukkan sebelum mengeras.

Kemudian dibiarkan selama kurang lebih lima jam hingga teksturnya mengeras sempurna dan siap digunakan.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru