Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Inovasi dan Kreativitas UMKM Desa Rowosari

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:30 11 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram ke-22 (MIT-22) Universitas Islam Negeri Walisongo menyelenggarakan seminar edukasi pembinaan UMKM lokal di Desa Rowosari yang diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan pemilik usaha mikro di gedung PKD (Pos Kesehatan Desa) Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Senin, 10 Agustus 2026.

Acara Seminar ini berlangsung pada pukul 09.00 – 11.30 WIB. Acara ini juga diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK dan juga pemilik UMKM lokal Desa Rowosari.

Seminar ini merupakan bentuk upaya Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) UIN walisongo Semarang dalam memberikan edukasi dan juga pembinaan kepada masyarakat Desa Rowosari tentang pentingnya berinovasi dan juga kreatif dalam dunia ekonomi.

Baca juga:  Lewat Lagu dan Gerakan, Mahasiswa UIN Walisongo Kenalkan Hidup Sehat pada Anak TK di Kendal

Dalam sambutannya, Zuliyanto, Kepala Desa Rowosari, mengapresiasi adanya kegiatan seminar ini dan juga menyinggung tentang potensi yang dimiliki oleh Desa Rowosari akan hasil bumi yang melimpah dan letaknya yang strategis dekat dengan keindahan alam sekitar.

“Seminar ini sangat memberikan inspirasi kepada kami masyarakat Desa Rowosari tentang pentingnya memanfaatkan hasil bumi yang ada dan mengolahnya menjadi barang yang tinggi nilai jualnya. Desa Rowosari merupakan Desa yang memiliki potensi lebih untuk berkembang, hal tersebut bisa dilihat dari letak geografis desa yang berada diantara pegunungan serta dekat dengan destinasi wisata Rawapening, menjadikan Desa Rowosari sangat berpeluang menjadi Desa yang tangguh dan berdaya” ujarnya.

Tidak hanya itu, antusiasme tinggi juga diberikan oleh segenap Kepala Dusun yang ada di Desa Rowosari dalam memberikan informasi kepada pemilik usaha lokal.

Baca juga:  KKN Reguler 85 Posko 14 UIN Walisongo dan SDN 2 Boja Rayakan Bulan Bahasa dengan Lomba Kreatif

Salah satu Kepala Dusun Desa Rowosari, Agus Riyadi, yang memberikan informasi adanya seminar ini kepada masyarakat dengan mendatangi pemilik usaha dari rumah ke rumah.

“Sudah saya sampaikan ke beberapa pemilik usaha lokal dari pintu ke pintu supaya informasi tersebut dapat diterima dengan jelas dan tepat sasaran,” ujar Agus Riyadi Kepala Dususn Rejosari Kidul, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Memasuki pertengahan acara seminar, Tukiyem, seorang penjahit dari Dusun Rowosabi yang mempertanyakan tentang menejemen keuangan dalam jasa jahit yang ia jalani untuk menghidupi keluarganya.

Baca juga:  Kolaborasi Posyandu Remaja Bersama Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17: Upaya Menciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Kendati pertanyaan tersebut, Narasumber, Farid Nur Rohim, memberikan tips untuk menejemen keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan primer diatas kebutuhan yang lain serta membedakan keuangan pribadi dengan keuangan untuk modal.

“Menejemen keuangan merupakan salah satu strategi dan juga pondasi utama seseorang menjalankan suatu usaha. Kemudian untuk mengatur hal tersebut perlunya mengklasifikasi kebutuhan menjadi kebutuhan primer, sekunder bahkan hingga tersier. Tidak hanya itu, bagi seorang pengusaha perlu untuk membedakan keuangan antara keuangan pribadi atau keluarga dengan keungan yang khusus untuk pemenuhan modal usaha,” ujar Farid Nur Rohim.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT ke-22 Posko 30 UIN Walisongo Semarang Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA