Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram ke-22 (MIT-22) Universitas Islam Negeri Walisongo menyelenggarakan seminar edukasi pembinaan UMKM lokal di Desa Rowosari yang diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan pemilik usaha mikro di gedung PKD (Pos Kesehatan Desa) Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Senin, 10 Agustus 2026.
Acara Seminar ini berlangsung pada pukul 09.00 – 11.30 WIB. Acara ini juga diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK dan juga pemilik UMKM lokal Desa Rowosari.
Seminar ini merupakan bentuk upaya Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) UIN walisongo Semarang dalam memberikan edukasi dan juga pembinaan kepada masyarakat Desa Rowosari tentang pentingnya berinovasi dan juga kreatif dalam dunia ekonomi.
Dalam sambutannya, Zuliyanto, Kepala Desa Rowosari, mengapresiasi adanya kegiatan seminar ini dan juga menyinggung tentang potensi yang dimiliki oleh Desa Rowosari akan hasil bumi yang melimpah dan letaknya yang strategis dekat dengan keindahan alam sekitar.
“Seminar ini sangat memberikan inspirasi kepada kami masyarakat Desa Rowosari tentang pentingnya memanfaatkan hasil bumi yang ada dan mengolahnya menjadi barang yang tinggi nilai jualnya. Desa Rowosari merupakan Desa yang memiliki potensi lebih untuk berkembang, hal tersebut bisa dilihat dari letak geografis desa yang berada diantara pegunungan serta dekat dengan destinasi wisata Rawapening, menjadikan Desa Rowosari sangat berpeluang menjadi Desa yang tangguh dan berdaya” ujarnya.
Tidak hanya itu, antusiasme tinggi juga diberikan oleh segenap Kepala Dusun yang ada di Desa Rowosari dalam memberikan informasi kepada pemilik usaha lokal.
Salah satu Kepala Dusun Desa Rowosari, Agus Riyadi, yang memberikan informasi adanya seminar ini kepada masyarakat dengan mendatangi pemilik usaha dari rumah ke rumah.
“Sudah saya sampaikan ke beberapa pemilik usaha lokal dari pintu ke pintu supaya informasi tersebut dapat diterima dengan jelas dan tepat sasaran,” ujar Agus Riyadi Kepala Dususn Rejosari Kidul, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Memasuki pertengahan acara seminar, Tukiyem, seorang penjahit dari Dusun Rowosabi yang mempertanyakan tentang menejemen keuangan dalam jasa jahit yang ia jalani untuk menghidupi keluarganya.
Kendati pertanyaan tersebut, Narasumber, Farid Nur Rohim, memberikan tips untuk menejemen keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan primer diatas kebutuhan yang lain serta membedakan keuangan pribadi dengan keuangan untuk modal.
“Menejemen keuangan merupakan salah satu strategi dan juga pondasi utama seseorang menjalankan suatu usaha. Kemudian untuk mengatur hal tersebut perlunya mengklasifikasi kebutuhan menjadi kebutuhan primer, sekunder bahkan hingga tersier. Tidak hanya itu, bagi seorang pengusaha perlu untuk membedakan keuangan antara keuangan pribadi atau keluarga dengan keungan yang khusus untuk pemenuhan modal usaha,” ujar Farid Nur Rohim.
Penulis: Tim KKN MIT ke-22 Posko 30 UIN Walisongo Semarang Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar