Jatengvox.com – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II dari Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Spray Anti Nyamuk Berbahan Dasar Serai sebagai Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kaliayu”, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui rangkaian edukasi kesehatan dan praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, khususnya DBD, serta mengenalkan langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar.

Dengan menyasar masyarakat Desa Kaliayu, program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai penyebab, cara penularan, tanda dan gejala DBD, penerapan PHBS dan gerakan 3M Plus, serta mengenalkan pemanfaatan serai dalam pembuatan spray anti nyamuk sederhana.
Claudia Lorenza Devega, mahasiswa Kedokteran Universitas Diponegoro sekaligus salah satu pelaksana kegiatan, berperan dalam memberikan edukasi kesehatan mengenai DBD kepada masyarakat.
“Melalui edukasi ini, kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana DBD dapat ditularkan, mengenali tanda dan gejalanya, serta mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Penerapan PHBS dan gerakan 3M Plus dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan,” ujar Claudia.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai DBD dan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk menggunakan media PowerPoint dan poster. Materi mencakup penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, pencegahan melalui PHBS dan gerakan 3M Plus, serta pentingnya deteksi dini dan penanganan awal.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Peserta diperkenalkan pada bahan dan tahapan pembuatan spray sebagai salah satu bentuk pemanfaatan bahan alami dalam upaya pencegahan gigitan nyamuk.
Ibu Ibu PKK, Ibu Sukhaemi menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi dan praktik kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah memberikan edukasi dan praktik kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan baru, terutama mengenai cara menjaga lingkungan dan mencegah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Semoga pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar [Ibu Ibu PKK, Ibu Sukhaemi].
Kegiatan kemudian ditutup setelah rangkaian edukasi dan praktik selesai dilaksanakan. Poster edukasi dan file PowerPoint dapat dimanfaatkan kembali sebagai media informasi kesehatan, sementara pengetahuan mengenai pembuatan spray berbahan dasar serai diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler Tim II UNDIP berharap masyarakat Desa Kaliayu semakin memahami pentingnya pencegahan DBD melalui PHBS dan 3M Plus serta dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan.
Penulis/Reporter: Claudia Lorenza Devega, Mahasiswa KKN R TIM II UNDIP
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar