Mahasiswa KKN-T Undip Laksanakan Program SAFE UMKM untuk Perkuat Higiene dan Keselamatan Pangan di Semarang

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 22:06 15 jatengvox

Jatengvox.com – Dalam rangka meningkatkan daya saing dan mutu produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan program multidisiplin bertajuk Sanitation and Food Safety Empowerment (SAFE UMKM).

Program ini difokuskan untuk memperkuat penerapan higiene, sanitasi, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Intervensi ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara awal kepada pemilik serta pekerja di beberapa UMKM mitra, seperti Anisa Catering dan Serundeng Rahayu.

Berdasarkan identifikasi lapangan, meskipun pelaku usaha telah menerapkan beberapa praktik kebersihan, masih ditemukan sejumlah kendala mendasar.

Permasalahan tersebut meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang belum konsisten, ketiadaan media edukasi keamanan pangan, pengelolaan sampah yang belum optimal, serta belum tersedianya instrumen monitoring rutin.

Intervensi Komprehensif Melalui Edukasi dan Pendampingan

Baca juga:  Sahur on The Road, Aksi Kepedulian Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan

Pelaksanaan program SAFE UMKM dirancang secara sistematis melalui lima tahapan utama, yakni observasi dan identifikasi permasalahan, penyusunan media edukasi serta sarana pendukung, pelaksanaan edukasi dan demonstrasi, pendampingan implementasi program, hingga tahap monitoring dan evaluasi.

Kegiatan edukasi dan demonstrasi bertempat di lokasi produksi UMKM mitra untuk UMKM Serundeng Rahayu pada 17 Juli, dan Anisa Catering pada 21 Juli 2026.

Guna memastikan solusi yang diberikan tepat sasaran, tim mahasiswa menyusun berbagai ragam media edukasi dan sarana pendukung praktis, di antaranya:

SOP dan Checklist Self-Monitoring: Diterapkan di UMKM Sambel Rahayu untuk memandu kedisiplinan higienitas setelah proses produksi selesai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T UNDIP Perkuat Branding dan Fasilitas Usaha Angkringan Bang Madun untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Buku Saku dan Poster Budaya Keamanan Pangan: Diberikan kepada karyawan Anisa Catering guna membangun nilai kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, dan konsistensi kebersihan lingkungan kerja.

Tempat Sampah Terpilah dan Poster Pemilahan Sampah: Disediakan bagi UMKM Serundeng Rahayu untuk mengedukasi pemisahan sampah organik dan anorganik guna mencegah bau, kemunculan hama, serta menjaga kebersihan area produksi.

Leaflet Panduan Sanitasi Peralatan: Memuat tata cara pembersihan peralatan produksi yang merujuk pada prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Pemberian APD Dasar, Poster Infografis, dan Checklist APD: Meliputi pembagian penutup kepala (hair cap) dan sarung tangan, poster infografis fungsi APD, serta checklist penggunaan sebelum memulai produksi.

Instrumen Monitoring Mandiri serta Poster Edukasi K3: Berbasis prinsip CPPOB untuk membantu pelaku usaha mengevaluasi kepatuhan secara berkala.

Baca juga:  Panduan Lengkap Opsi Finishing Banner di Supplier X Banner

Dalam sistem K3, penggunaan APD memegang peranan krusial sebagai lapis perlindungan terakhir (last line of defense) dalam hierarki pengendalian risiko guna mencegah kontaminasi silang pada produk pangan.

Keberlanjutan dan Evaluasi Program

Untuk memastikan materi edukasi dapat diterapkan secara konsisten dalam rutinitas harian, tim mahasiswa memberikan pendampingan secara intensif sebanyak tiga kali dalam satu minggu.

Kegiatan ini mencakup pengamatan langsung terhadap kepatuhan penggunaan APD, higiene personal, sanitasi lingkungan, penerapan SOP, serta pemanfaatan instrumen monitoring.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir, para pemilik UMKM menyampaikan apresiasi dan menilai program ini sangat membantu meningkatkan keteraturan serta kedisiplinan dalam proses produksi.

Kehadiran media edukasi, checklist, dan sarana pendukung dinilai memudahkan para pekerja dalam mengaplikasikan prosedur kerja secara konsisten. Langkah strategis ini diharapkan mampu menunjang mutu produk, menjaga keamanan pangan, serta mendongkrak kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA