Mahasiswa KKN-R Tim II UNDIP Dampingi Digitalisasi UMKM Desa Depok melalui Pembuatan QRIS

waktu baca 4 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:00 3 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja sosial masyarakat berupa pendampingan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam sistem pembayaran non-tunai.

Melalui penggunaan QRIS, pelaku UMKM diharapkan memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis sekaligus dapat memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi.

Pendampingan digitalisasi UMKM dilakukan kepada empat pelaku usaha di Desa Depok, yaitu Mba Rohmah selaku penjual Bistik Mie Lidi, Mba Hana selaku pemilik Griya Laundry, Mba Nita selaku pemilik Es Teh Jumbo, dan Mba Ani selaku pemilik Es Teh Jumbo.

Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Baca juga:  Tak Sekadar Laga, Turnamen Sepak Bola Antar Dukuh di Pidodo Kulon Jaga Kebersamaan dan Semarakkan HUT RI

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai QRIS dan manfaatnya bagi kegiatan usaha, kemudian mendampingi pelaku UMKM dalam proses pembuatan hingga penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran.

Pendampingan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memiliki QRIS, tetapi juga memahami cara menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.

Bagi pelaku UMKM, keberadaan QRIS dapat memberikan pilihan pembayaran yang lebih beragam kepada konsumen.

Konsumen dapat melakukan pembayaran secara digital tanpa harus menyediakan uang tunai, sementara pelaku usaha dapat menerima pembayaran melalui sistem yang lebih praktis.

Mba Rohmah, salah satu pelaku UMKM yang menjual Bistik Mie Lidi, menyambut baik adanya pendampingan tersebut.

Menurutnya, adanya QRIS dapat memberikan pilihan pembayaran bagi pelanggan yang ingin melakukan transaksi secara non-tunai.

“Menurut saya, adanya QRIS cukup membantu karena pelanggan jadi punya pilihan untuk membayar. Kalau tidak membawa uang tunai, pembayaran tetap bisa dilakukan melalui QRIS,” ujar Mba Rohmah.

Hal serupa juga disampaikan oleh Mba Hana, pemilik Griya Laundry. Ia menilai penggunaan pembayaran digital dapat menjadi salah satu bentuk penyesuaian usaha terhadap perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Edukasi Literasi Digital sejak Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa SD Negeri 2 Jatilawang Bijak Bermedia Sosial

“QRIS ini cukup membantu untuk mempermudah pembayaran. Sekarang banyak orang yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital, jadi menurut saya bagus kalau usaha juga menyediakan pilihan tersebut,” ungkap Mba Hana.

Sementara itu, Mba Nita, pemilik Es Teh Jumbo, mengungkapkan bahwa pendampingan yang diberikan mahasiswa membantunya memahami penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran dalam menjalankan usaha.

“Sebelumnya saya belum terlalu memahami cara menggunakan QRIS. Dengan adanya pendampingan ini jadi lebih tahu bagaimana cara menggunakannya dan bagaimana menerima pembayaran dari pelanggan melalui QRIS,” tutur Mba Nita.

Mba Ani, pelaku UMKM Es Teh Jumbo lainnya, juga memberikan tanggapan positif terhadap program tersebut.

Ia berharap penggunaan pembayaran digital dapat terus dimanfaatkan dan memberikan kemudahan baik bagi pelaku usaha maupun pelanggan.

“Program seperti ini cukup bermanfaat bagi pelaku UMKM karena membantu kami mengenal pembayaran digital. Harapannya QRIS ini bisa digunakan dengan baik dan mempermudah pelanggan ketika melakukan pembayaran,” ujar Mba Ani.

Baca juga:  Tarhib Ramadhan 2026: Persaudaraan Muslimah (Salimah) Siapkan Kajian Inspiratif “Ramadhan Maslahat Berdampak”

Selain pendampingan pembuatan QRIS, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi.

Pelaku UMKM diarahkan untuk dapat membedakan transaksi yang dilakukan secara tunai dan melalui pembayaran digital sehingga pengelolaan keuangan usaha dapat dilakukan dengan lebih tertib.

Program pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendorong transformasi digital di tingkat masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM.

Penerapan QRIS diharapkan dapat membantu meningkatkan kemudahan transaksi serta mendorong pelaku usaha untuk semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap digitalisasi UMKM di Desa Depok dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Penggunaan QRIS tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi juga menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Program kerja ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-R Tim II Undip Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dr. Dian Safitri, S.P., M.Si.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA