Mahasiswa KKN Posko 24 UIN Walisongo Lakukan Survei dan Pendampingan UMKM Keripik Lokal

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.comMahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang angkatan 85 Posko 24 melakukan kunjungan lapangan ke tempat UMKM keripik di Desa Banjarejo pada Senin, 27 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan melakukan survei mendalam terhadap permasalahan dan kekurangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama dalam aspek promosi dan pengembangan produk lokal.

Selama pelaksanaan survei UMKM yang inovatif berbasis produk lokal, mahasiswa KKN menjalankan sejumlah agenda yang meliputi observasi langsung proses produksi, wawancara mendalam dengan pelaku usaha, serta pendokumentasian alur kegiatan dan produk yang dihasilkan.

Kunjungan pertama dilaksanakan di tempat produksi milik Mbah Ngariyatun, seorang pelaku UMKM keripik singkong dan pisang yang telah berusia lanjut dan menjalankan usahanya bersama sang suami.

Baca juga:  Kakorlantas Polri Tinjau Revitalisasi ETLE Nasional di Jateng, Dorong Penegakan Hukum yang Humanis

Mahasiswa KKN melakukan peninjauan langsung terhadap seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses pengemasan produk.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kegiatan produksi tergolong sederhana dan banyak mengandalkan tenaga manusia.

Promosi produk pun masih dilakukan secara terbatas, yakni melalui penjualan dari tangan ke tangan di lingkungan sekitar.

“Kami sudah lama membuat keripik ini, tapi karena sudah sepuh dan tenaga terbatas, promosi hanya sebatas dari tetangga ke tetangga saja,” tutur Mbah Ngariyatun.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke UMKM keripik milik Bu Jumi’ati yang juga memproduksi keripik, akan tetapi lebih bervariasi.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 85 UIN Walisongo Resmi Diserahkan ke Desa Trayu oleh DPL

Varian keripik yang diproduksi meliputi keripik singkong, pisang, dan talas. UMKM kedua ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat bahkan mampu memasarkan produknya hingga ke luar kota.

Meski demikian, kegiatan produksi sempat terhenti selama dua tahun karena Bu Jumi’ati berfokus untuk mengurus keluarganya.

Saat ini, beliau kembali mengembangkan usahanya dengan semangat baru dan dukungan penuh dari keluarga.

Hasil pengamatan di lokasi kedua menunjukkan bahwa UMKM Bu Jumi’ati telah berkembang lebih pesat, ditandai dengan adanya label produk, sertifikat halal, serta sistem pemesanan modern melalui WhatsApp dengan layanan COD.

Kemajuan tersebut didukung oleh putra beliau yang turut membantu dalam pengelolaan promosi digital dan distribusi produk.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Bimbingan Belajar Tes Kemampuan Akademik di Desa Tamanrejo

“Usaha ini telah berjalan cukup lama, sempat terhenti karena saya berfokus mengurus cucu yang baru lahir. Saat ini, alhamdulillah, produksi keripik saya kembali dijalankan dengan semangat baru, dan dibantu anak saya dalam mempromosikan keripik ini,” tutur Bu Jumi’ati.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai tantangan sekaligus potensi pengembangan UMKM lokal.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa KKN dalam memberikan rekomendasi yang relevan bagi pelaku UMKM, khususnya pada aspek promosi dan penguatan identitas usaha agar produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Penulis : Tim KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Angkatan 85 Posko 24 Divisi Ekonomi Kreatif

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu
Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra
Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis
KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:28 WIB

Cuaca Ekstrem Dini Hari, Jalur Kereta Pantura Sempat Terganggu

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:18 WIB

Kementerian PKP Pimpin Pemulihan Permukiman Pascabencana di Sumatra

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:42 WIB

Isra Mikraj 1447 H, Menag Tekankan Salat sebagai Pondasi Akhlak dan Kesadaran Ekologis

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Berita Terbaru