KKN Tematik UPGRIS Kelompok 34 Kembangkan Taman TOGA untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Gondoriyo

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menjadi pusat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 34 yang fokus pada pengembangan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan tanaman obat tradisional bagi kesehatan masyarakat setempat.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa minggu ini melibatkan partisipasi aktif warga Desa Gondoriyo bersama para mahasiswa KKN dalam berbagai tahapan, mulai dari penyuluhan, penanaman, hingga perawatan tanaman obat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai jenis tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, kumis kucing, kencur, binahong, betadine, daun mint, dan sambiloto turut ditanam.

Tidak hanya sebatas tanaman obat-obatan, masyarakat bersama mahasiswa KKN juga menanam beberapa tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari, seperti tomat, jeruk purut, daun salam, serai, dan cabai.

Kehadiran tanaman tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bumbu masakan keluarga sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena lebih hemat dan sehat dengan memanfaatkan hasil tanaman sendiri.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Gelar Program FunFitsKids di TK Harapan Jatijajar

TOGA ini ditanam di lahan yang telah disediakan oleh pemerintah desa. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat setiap tanaman obat serta cara penggunaannya yang benar agar dapat membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan ringan secara alami di lingkungan keluarga.

Menariknya, taman TOGA Desa Gondoriyo ini juga dilengkapi dengan papan nama berbasis barcode (QR Code) pada setiap jenis tanaman.

Inovasi ini bertujuan mempermudah masyarakat maupun pengunjung dalam mengenali nama tanaman serta manfaatnya.

Dengan hanya memindai barcode melalui ponsel, pengunjung dapat langsung memperoleh informasi lengkap mengenai fungsi, cara pengolahan, hingga khasiat dari setiap tanaman yang ada.

Adanya papan nama digital ini menjadikan taman TOGA tidak hanya sebagai lahan budidaya tanaman obat, tetapi juga sebagai media edukasi modern yang informatif, interaktif, dan mudah diakses oleh siapa saja.

Ketua Kelompok KKN Tematik 34 menyampaikan bahwa program taman TOGA tidak hanya difokuskan pada kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap taman TOGA ini tidak hanya menjadi sarana menanam tanaman obat, melainkan juga pusat edukasi, penelitian sederhana, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya taman ini, warga dapat memperoleh manfaat ganda, baik dari sisi kesehatan maupun peluang ekonomi,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Kelompok 35 Paparkan Program Kerja di Desa Delik sebagai Awal Pengabdian

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gondoriyo mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS yang dinilai sejalan dengan program desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberadaan taman TOGA akan dikelola secara berkelanjutan melalui kelompok masyarakat yang dibentuk khusus untuk merawat dan mengembangkan taman tersebut.

“Kami berharap taman TOGA ini dapat menjadi contoh nyata bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.

Selain penanaman tanaman obat, kegiatan KKN juga meliputi pelatihan pengolahan tanaman menjadi produk herbal yang mudah digunakan, seperti jamu tradisional.

Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa melalui pengembangan produk berbasis tanaman obat.

Kegiatan pengembangan taman TOGA ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa UPGRIS dalam mendukung program pemerintah desa untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan pendekatan yang sederhana namun efektif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Sosialisasikan Batas Sentuhan Tubuh di SDN 2 Ngempon

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Desa Gondoriyo dapat menjadi model pengembangan taman TOGA yang sukses dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Semarang.

Lebih dari itu, taman TOGA juga direncanakan menjadi pusat edukasi dan praktik langsung bagi generasi muda, khususnya pelajar di Desa Gondoriyo.

Dengan adanya taman ini, anak-anak sekolah dapat belajar mengenali berbagai jenis tanaman obat sekaligus memahami manfaatnya bagi kesehatan.

Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada obat modern, tetapi juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan tanaman alami di sekitar.

Ke depan, taman TOGA Desa Gondoriyo diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga berkembang menjadi destinasi edukatif yang bisa menarik perhatian masyarakat luas.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, taman ini berpotensi menjadi ikon desa yang menggabungkan aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dalam satu wadah pemberdayaan masyarakat.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Berita Terbaru