Berita  

KKN-T Tim 5 UNDIP Lakukan Pengadaan dan Persiapan Produksi Sambal Botolan Skala UMKM pada Warung SEMI di Kelurahan Karangsari

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro Tim 5 melaksanakan program kerja berupa pendampingan pengadaan dan persiapan produksi sambal botolan pada Warung SEMI sebagai upaya pemberdayaan UMKM kuliner lokal di Kabupaten Kendal.

Program ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari hingga 13 Februari 2026 dengan fokus pada penguatan kesiapan produksi, standar proses, serta identitas produk sebagai langkah awal pengembangan usaha.

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi salah satu UMKM kuliner rumahan Warung SEMI yang berlokasi di Perumahan Citra Harmoni, RW 06, Kelurahan Karangsari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dalam meningkatkan profit bulanan warung dengan mengembangkan produk siap saji berupa sambal botolan.

Baca juga:  Cara Dapat KUR BNI 2025: Pinjaman Modal Usaha dengan Proses Cepat dan Mudah

Namun, proses produksi sebelumnya belum memiliki alur kerja yang terdokumentasi secara sistematis, sehingga diperlukan pendampingan dalam penyusunan prosedur sederhana, higienis, dan mudah diterapkan pada skala UMKM.

Pelaksanaan program dilakukan melalui penyusunan alur proses produksi sambal, perumusan resep, identifikasi kebutuhan bahan dan alat, penyusunan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sederhana per botol, serta perancangan identitas produk berupa logo branding.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan dukungan sarana produksi berupa botol sambal plastik ukuran 150 ml sebanyak 18 unit, stiker logo, serta panduan produksi dalam bentuk booklet berjudul “Buku Dapur Warung SEMI”.

Baca juga:  Cara Daftar Coretax bagi UMKM dalam 3 Menit: Trik Praktis yang Bikin Bisnis Anda Lebih Mudah!

Dalam proses pelaksanaan, terdapat kendala berupa keterbatasan waktu pemilik usaha sehingga pendampingan produksi secara langsung belum dapat dilakukan secara maksimal.

Oleh karena itu, program difokuskan pada penyediaan panduan tertulis dan perangkat pendukung agar proses produksi tetap dapat dijalankan secara mandiri oleh pemilik usaha.

Pemilik Warung SEMI menyampaikan bahwa panduan yang diberikan memudahkan pemahaman tahapan produksi dan rencana pengembangan produk.

“Panduan yang diberikan sangat membantu kami untuk mulai memproduksi sambal botolan secara lebih terarah dan siap dijalankan.” Ujar Bu Inayah, pemilik Warung SEMI saat selesai proses penyerahan sarana produksi pada Jumat (13/02/2026).

Baca juga:  Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

Tindak lanjut dari program adalah pemanfaatan “Buku Dapur Warung SEMI” sebagai pedoman operasional produksi sambal botolan yang dapat disesuaikan dengan kondisi usaha.

Diharapkan produk sambal botolan dapat menjadi inovasi menu yang mampu meningkatkan daya saing dan penjualan Warung SEMI secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *