KKN-R Tim II Undip Hadirkan Program Branding Iklan Multibahasa untuk UMKM Jamu Bu Ngatinah

waktu baca 2 menit
Jumat, 7 Agu 2026 21:20 3 jatengvox

Jatengvox.com — Naia Sabrina Larasati mahasiswa Sekolah Vokasi kelompok KKN-R Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pemaparan dan pemberian program “Branding Iklan” kepada UMKM Jamu Bu Ngatinah di Desa Pondok, Kabupaten Sukoharjo. Program ini menjadi salah satu bentuk pendampingan mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan daya tarik dan jangkauan pemasaran produk melalui strategi branding yang memadukan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya branding dalam membangun identitas sebuah produk. Mahasiswa menjelaskan bahwa branding bukan sekadar membuat nama, logo, atau desain yang menarik, tetapi juga bagaimana suatu produk dapat memiliki karakter dan mudah dikenali oleh konsumen. Bagi UMKM Jamu Bu Ngatinah, penguatan branding diharapkan mampu memperkenalkan produk jamu tradisional kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN-R Tim II memperkenalkan konsep iklan multibahasa yang menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang. Penggunaan tiga bahasa tersebut menjadi inovasi untuk membuat materi promosi lebih komunikatif dan memiliki daya tarik bagi konsumen dengan latar belakang yang beragam.

Baca juga:  Warga Desa Puguh Lestarikan Tradisi Nyadran, Wujud Syukur dan Gotong Royong

Selain pemaparan konsep, mahasiswa turut menunjukkan hasil program “Branding Iklan” yang telah disiapkan untuk UMKM Jamu Bu Ngatinah. Materi tersebut dirancang dengan memperhatikan unsur visual, pemilihan warna, informasi produk, serta penggunaan tiga bahasa. Desain iklan diharapkan dapat menjadi media promosi yang menarik dan mudah digunakan oleh pemilik UMKM dalam memperkenalkan produknya.

Pemberian program dilakukan secara langsung kepada Bu Ngatinah selaku pemilik UMKM. Mahasiswa menjelaskan cara memanfaatkan materi branding tersebut sebagai bagian dari kegiatan promosi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Dengan adanya materi iklan yang lebih terstruktur, UMKM Jamu Bu Ngatinah diharapkan dapat membangun identitas produk yang konsisten dan meningkatkan pengenalan merek di tengah persaingan usaha.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Rancang Sistem Basis Data Digital untuk Lestarikan Kearifan Lokal Desa Sobokerto

Kegiatan juga diisi dengan diskusi antara mahasiswa dan pemilik UMKM. Bu Ngatinah diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan dan masukan mengenai konsep branding yang telah dibuat. Diskusi tersebut menjadi bagian penting agar hasil program tetap sesuai dengan karakteristik produk serta mempertahankan nilai tradisional yang melekat pada Jamu Bu Ngatinah.

Program “Branding Iklan” menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi UMKM Desa Pondok. Dengan memadukan unsur tradisional dan inovasi pemasaran modern, Jamu Bu Ngatinah diharapkan mampu mempertahankan identitas lokal sekaligus memiliki peluang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM dapat menciptakan inovasi sederhana yang berpotensi memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha lokal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Lakukan Kunjungan Kewirausahaan ke UMKM Ceriping Gondangsari

 

Penulis : Naia Sabrina Larasati

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA