Kepala Desa Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Jateng, dari Bankeu hingga Relokasi Puskesmas

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas menyampaikan langsung berbagai persoalan desa kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam audiensi yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).

Audiensi ini menjadi ruang dialog penting bagi para kepala desa untuk menyuarakan kondisi riil yang mereka hadapi di lapangan.

Sejumlah isu krusial disampaikan, mulai dari pemerataan Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Bantuan Gubernur, kendala pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga polemik relokasi Puskesmas Cilongok II yang dinilai belum jelas arahnya.

Ketua Umum Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas, Saifuddin, mengatakan bahwa aspirasi utama yang disampaikan berkaitan dengan menurunnya dana desa.

Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung pada kemampuan desa dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Baca juga:  MUI Tekankan Pentingnya Modernisasi Dakwah di Era Post-Truth

Ia menilai, Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi sangat penting sebagai penopang, terutama agar tidak terjadi ketimpangan antardesa.

“Dana desa saat ini turun cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Praktis desa harus memutar otak sendiri untuk tetap bisa membangun. Harapan kami, bantuan gubernur bisa merata, paling tidak setiap desa mendapatkan,” ujar Saifuddin.

Selain soal anggaran, para kepala desa juga menyoroti pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Program nasional ini dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi desa, namun dalam praktiknya masih menemui berbagai kendala teknis.

Beberapa desa, khususnya desa terpencil, mengalami kesulitan karena keterbatasan lahan, status tanah, hingga kebutuhan pengurugan untuk pembangunan gedung koperasi.

Baca juga:  Semarak Hari Pahlawan, KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SDN 1 Purwogondo Nonton Film Kadet 1947

Kondisi ini membuat sebagian kepala desa merasa ragu dalam melangkah, karena khawatir tersandung persoalan hukum.

“Kami berharap ada kejelasan regulasi, pelatihan, dan pendampingan. Jangan sampai niat baik membangun ekonomi desa justru berujung masalah hukum bagi kepala desa,” ucap Saifuddin.

Ia menambahkan, tidak semua desa memiliki tanah kas desa, sementara keberadaan gedung menjadi salah satu syarat operasional KDMP.

Persoalan lain yang disampaikan adalah rencana relokasi Puskesmas Cilongok II. Saifuddin menjelaskan, sebelumnya telah terbit surat penetapan relokasi tertanggal 19 September 2025 yang menyebutkan lokasi baru di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Namun dalam perkembangannya, muncul keputusan baru dari bupati yang memindahkan lokasi relokasi ke tempat lain.

Baca juga:  Membangun Karakter Anak, Mahasiswa Semarang Gagas Program Edukasi di Kelurahan Randusari

Perubahan tersebut dinilai menimbulkan kebingungan, baik bagi pemerintah desa maupun masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan telah menerima dan memahami persoalan yang disampaikan para kepala desa.

Ia bahkan langsung menginstruksikan dinas-dinas terkait di tingkat provinsi untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Untuk Bankeu dan Bantuan Gubernur, Luthfi meminta agar desa-desa yang belum terakomodasi dapat diusulkan melalui anggaran perubahan.

Ia menegaskan tidak ingin upaya keras para kepala desa dalam membangun wilayahnya terhambat persoalan anggaran.

“Untuk bantuan gubernur, tolong diupayakan agar semua desa bisa terakomodir,” kata Luthfi kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Jawa Tengah, Nadi Santoso.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia
Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045
BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran
Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya
Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga
Industri AMDK Didorong Lebih Bertanggung Jawab, DPR Ingatkan Risiko Kesehatan dan Lingkungan
Mahasiswa KKN UPGRIS Hadirkan Kegiatan Ecoprint dalam Upaya Pembelajaran Kontekstual di SDN Beji 02
Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Gelar Parenting Bijak Mengelola Screen Time di Era Digital di Pos PAUD RW 09 Gemah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:06 WIB

Proteksionisme Global Menguat di 2026, Mendag Siapkan Tiga Strategi Jaga Perdagangan Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:02 WIB

Kapolri Terima Audiensi MUI, Perkuat Sinergi Jaga NKRI hingga Dukung Indonesia Emas 2045

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:29 WIB

Kepala Desa Banyumas Sampaikan Aspirasi ke Gubernur Jateng, dari Bankeu hingga Relokasi Puskesmas

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:18 WIB

BP Taskin–Komdigi Perkuat Sistem Digital, Arahkan Bansos Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:32 WIB

Penanganan Tanah Bergerak di Tegal Berlanjut hingga Relokasi, Gubernur Jateng Tegaskan Negara Hadir untuk Warga

Berita Terbaru