Kementerian PU Tegaskan Pondok Pesantren Wajib Miliki PBG Demi Keselamatan Bangunan

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah cepat memperkuat koordinasi lintas kementerian terkait sosialisasi izin dan sertifikasi bangunan, terutama untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan penerapan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) berjalan sesuai standar keselamatan konstruksi.

Langkah tersebut mencuat setelah insiden ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang menelan korban puluhan santri pada 29 September 2025 lalu.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pondok pesantren wajib memiliki dokumen PBG sebagai bukti bahwa bangunan telah memenuhi persyaratan teknis dan layak digunakan.

Baca juga:  Kementerian PU dan Menko PM Kawal Ketat Izin PBG Pesantren di Indonesia

“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama agar seluruh pondok pesantren memahami pentingnya PBG. Dulu namanya IMB, sekarang berubah menjadi PBG, dan ini penting untuk memastikan bangunan aman,” ujar Dody saat meninjau lokasi pesantren di Sidoarjo, pada Senin, 6 Oktober 2025.

Ia menambahkan, bangunan pendidikan memiliki karakter khusus karena dihuni banyak orang, termasuk santri yang beraktivitas setiap hari di dalamnya.

Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi prioritas sejak tahap perencanaan dan pembangunan.

Selain memastikan kelengkapan izin bangunan, Kementerian PU kini tengah memfokuskan diri pada proses penanganan tanggap darurat di lokasi musibah.

Baca juga:  Presiden Perintahkan Pemeriksaan Menyeluruh Bangunan Pesantren di Indonesia

“Yang paling utama sekarang adalah keselamatan. Kami siap memberikan bantuan teknis, termasuk proses pembersihan material reruntuhan,” ucap Dody.

Untuk mendukung proses evakuasi, Kementerian PU telah menurunkan sejumlah peralatan berat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Beberapa di antaranya yakni 1 unit excavator breaker, 12 dump truck, 4 jack hammer, dan 3 bar cutter. Tak hanya itu, 1 unit mobile crane juga diterjunkan untuk mempercepat pembersihan lokasi.

Sebanyak 34 personel lapangan turut dikerahkan, terdiri dari operator, pengemudi, tenaga kerja, pelaksana, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kementerian PU.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar seluruh pondok pesantren di Indonesia segera didata dan dicek ulang kondisi bangunannya.

Baca juga:  Prabowo Serahkan Investigasi Kerusuhan ke Aparat, Istana Luruskan Isu TGPF

Langkah ini bertujuan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut Presiden ingin ada evaluasi menyeluruh terhadap keamanan infrastruktur di lingkungan pesantren.

“Evaluasi ke depan harus mencakup semua pondok pesantren. Kita ingin memastikan keamanan dari sisi bangunan dan infrastrukturnya,” jelas Prasetyo, Minggu, 5 Oktober 2025.

Menurutnya, keselamatan para santri dan tenaga pengajar menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat hingga daerah diharapkan berkolaborasi dalam pengawasan dan sertifikasi bangunan pesantren agar sesuai standar nasional.

Editor : Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah
Kemenag Hadirkan Semesta Ramadan Asri di IKN, Perkuat Peran Zakat dan Wakaf untuk Ekonomi Umat
MTQ Diusulkan Digelar Setiap Tahun, Menag Nilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Senin, 2 Maret 2026 - 16:29 WIB

Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo

Senin, 2 Maret 2026 - 09:10 WIB

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah

Berita Terbaru