Kemenkes Galang Donasi Rp1,4 Miliar untuk Pulihkan Layanan Kesehatan di Sumatra

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Des 2025 16:12 8 jatengvox

Jatengvox.com – Upaya pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra mendapat dorongan besar dari para pegawai Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Melalui penggalangan donasi internal, Kemenkes berhasil mengumpulkan lebih dari Rp1,4 miliar untuk membantu memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak serta memenuhi kebutuhan medis mendesak di lapangan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara langsung ke daerah terdampak.

Baca juga:  KKN UIN Walisongo Dampingi PKK Dusun Rowosari dalam Pengemasan dan Branding Produk Tepung Mocaf dan VCO

Ia menyebut fokus utama bantuan ini adalah memperbaiki alat kesehatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Dalam keterangan resminya, Dante menjelaskan bahwa donasi berasal dari dua sumber internal: sekitar Rp681 juta dikumpulkan dari pegawai Kemenkes, baik dari kantor pusat maupun daerah, sementara Dharma Wanita Persatuan Kemenkes turut menyumbang hingga Rp800 juta.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga wujud komitmen untuk memperkuat sistem kesehatan, terutama dalam situasi darurat seperti yang tengah terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi Pemilihan Ketua RW 11 di Desa Leyangan

“Ini bukan soal selebrasi, tetapi momentum untuk terus memperbaiki sistem kesehatan kita dari tahun ke tahun,” kata Dante.

Selain bantuan finansial, ia juga mendorong pemanfaatan inovasi kesehatan lokal agar pelayanan di daerah bisa pulih lebih cepat.

Di wilayah terdampak, tantangan terbesar justru muncul dari sisi logistik kesehatan. Rusaknya sejumlah gudang farmasi mengakibatkan banyak obat dan vaksin tidak lagi dapat digunakan.

Situasi ini memicu kekhawatiran, karena kebutuhan medis justru meningkat di tempat pengungsian.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa sejumlah penyakit umum mulai muncul seperti batuk, pilek, diare, demam, hingga penyakit kulit.

Baca juga:  83 Persen Jemaah Haji Masuk Risiko Tinggi, DPR Minta Pengawasan Khusus Haji 2026

Menurutnya, kondisi ini tak bisa dibiarkan karena pelayanan kesehatan bersifat mendesak. “Penanganan kesehatan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Ia memberi contoh layanan cuci darah bagi pasien penyakit ginjal yang harus dilakukan secara rutin. Jika peralatan rusak dan layanan terhenti, dampaknya bisa fatal bagi pasien.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA