KAI Logistik Perkuat Pengelolaan Sampah sebagai Komitmen Implementasi ESG

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 14:47 1 vritimes

KAI Logistik terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Memasuki triwulan III 2026, perhatian perusahaan terhadap pengelolaan sampah semakin difokuskan melalui pengelolaan sampah yang dihasilkan dengan berkolaborasi bersama mitra pengelola sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi
Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK) tahun 2025, sektor perkantoran secara nasional menyumbang 4,78% dari
total timbulan sampah, atau setara dengan sekitar 1,77 juta ton per tahun. Meskipun
kontribusinya relatif kecil dibandingkan sektor lainnya, pengelolaan sampah
dari lingkungan perkantoran tetap menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi
dampak terhadap lingkungan.

Manager Public Relations KAI Logistik,
Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa perusahaan memandang pengelolaan sampah
sebagai salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan pada lingkup terdekat
yaitu lingkungan kerja.“Meski secara persentase kontribusi sampah dari sektor
perkantoran tidak terlalu besar, tetap diperlukan upaya pengelolaan yang
bertanggung jawab. Karena itu, KAI Logistik mulai
memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta bekerja
sama dengan mitra yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan dan pemanfaatan
sampah,” ujar Adjeng.

Baca juga:  Semarak Merah Putih BRI Region 6 Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Pasar Malaka Rorotan

Sepanjang Agustus 2026, area Kantor
Pusat KAI Logistik mencatatkan total timbulan sampah sebesar 753,5 kilogram.
Seluruh sampah tersebut dikelola melalui proses pemilahan dari dan tidak
terdapat sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Langkah
ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pengelolaan sampah
yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung penerapan prinsip ekonomi
sirkular (circular economy).

Dari total timbulan tersebut, sampah
plastik tercatat sebesar 185,2 kilogram atau 24,6%, sampah organik 136,2
kilogram atau 18,1%, kertas 113,8 kilogram atau 15,1%, kaca 6,3 kilogram atau
0,8%, dan logam 4,5 kilogram atau 0,6%. Sementara itu,
sampah residu dan kategori lainnya mencapai 307,5 kilogram atau 40,8%.

Melalui kerja sama
dengan mitra pengelola, setiap jenis sampah diarahkan pada metode penanganan
sesuai karakteristiknya. Material yang masih memiliki nilai guna disalurkan ke
fasilitas daur ulang pihak ketiga, sementara sampah organik diolah melalui proses
pengomposan dan pemanfaatan maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ternak. Adapun sampah residu diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar alternatif
melalui teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF).

Baca juga:  Kinerja Terjaga, KAI Logistik Catat Kelola 12,7 Juta Ton Barang hingga Agustus 2026

“Penerapan
pengelolaan sampah di Kantor Pusat saat ini merupakan tahap awal sekaligus pilot
project
bagi KAI Logistik. Ke depan, kami melihat peluang untuk memperluas
inisiatif ini ke area operasional maupun wilayah bisnis lainnya, sehingga
pengelolaan sampah dapat diterapkan secara lebih menyeluruh di lingkungan KAI
Logistik,” tambah Adjeng.

Fokus pada pengelolaan sampah ini juga
sejalan dengan inisiatif keberlanjutan yang telah dilakukan KAI Logistik, salah
satunya melalui pemanfaatan kembali pakaian dinas yang sudah tidak digunakan.
Melalui proses daur ulang dan pengolahan kembali, pakaian dinas tersebut tidak
berhenti sebagai limbah, tetapi diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna
baru. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip circular
economy
, sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan sumber daya dan
mengurangi potensi timbulan sampah tekstil dari aktivitas perusahaan.

Baca juga:  Memasuki Gelaran Ke-4, Superstar Affiliate Revolution 2026 Kumpulkan 700 Kreator Bersama VRITIMES

Melalui penerapan yang dilakukan secara
bertahap dan berkesinambungan, KAI Logistik terus mengintegrasikan aspek
lingkungan ke dalam aktivitas perusahaan guna mendukung penerapan green logistics yang
lebih menyeluruh. Pengelolaan sampah menjadi salah satu program quick
win
dalam peta jalan ESG KAI Logistik yang diarahkan untuk mendorong
penerapan praktik pengelolaan lingkungan secara lebih terstruktur. Upaya
tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi ESG perusahaan sekaligus
mendukung kontribusi KAI Logistik terhadap penerapan prinsip ekonomi sirkular
dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA