Gus Yasin Apresiasi Pengungkapan Penyelundupan 90 Ton Kratom di Tanjung Emas, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas Ekspor

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya penyelundupan kratom dalam jumlah besar berhasil digagalkan aparat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Sebanyak 90.200 kilogram kratom yang hendak dikirim ke India diamankan setelah terungkap adanya dugaan pemalsuan dokumen ekspor.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi atas sinergi aparat dalam mengungkap kasus tersebut.

Ia menilai, keberhasilan ini bukan sekadar soal penindakan hukum, tetapi juga bagian penting dari menjaga kredibilitas perdagangan internasional Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penegakan yang tegas dan transparan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kami mendukung penuh ditegakkannya aturan yang berkaitan dengan kepabeanan, ekspor, dan impor,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin saat menghadiri konferensi pers di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Rabu (25/2/2026).

Baca juga:  Penerapan HAM Diperluas, Pemerintah Fokus ke Desa dan Dunia Bisnis

Menurut Gus Yasin, transparansi dalam pengawasan lalu lintas barang, baik antarwilayah maupun antarnegara, memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Pelabuhan sebagai gerbang utama ekspor-impor harus menjadi ruang yang bersih dari praktik manipulasi dokumen maupun penyelundupan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi. Dalam ekosistem perdagangan global yang makin kompetitif, kepercayaan menjadi faktor utama.

“Kalau aturan ditegakkan konsisten, maka kepercayaan mitra dagang juga meningkat. Itu yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari hasil analisis intelijen pada September 2025.

Baca juga:  Kemenbud Luncurkan Platform Kompetisi Budaya GO! untuk Inovasi Digital Kebudayaan

Dalam dokumen pemberitahuan ekspor, barang tersebut tercatat sebagai “foodstuff coffee”. Namun, saat dilakukan pemeriksaan fisik, petugas menemukan isi kemasan berupa rajangan daun berwarna hijau.

Jumlah kemasan pun tidak sesuai dokumen, yakni mencapai 3.608 bags. Hasil uji laboratorium kemudian memastikan bahwa barang tersebut adalah kratom atau Mitragyna speciosa.

Berdasarkan penyidikan, empat orang berinisial WI, AS, ME, dan MR ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga memalsukan dokumen pelengkap pabean dengan mengubah keterangan barang dari kratom menjadi produk kopi untuk mengelabui petugas. Nilai total barang diperkirakan mencapai Rp4,96 miliar.

Berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang untuk proses hukum lebih lanjut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 Hadirkan Pojok Baca Kreatif di TK Al Mujahidin Kaligawe

Kratom atau Mitragyna speciosa merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Daunnya mengandung senyawa aktif yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan efek stimulan maupun sedatif, tergantung dosis penggunaannya.

Di beberapa negara, kratom dimanfaatkan untuk kepentingan herbal, riset, hingga farmasi.

Namun, potensi penyalahgunaannya juga menjadi perhatian serius. Karena itu, tata niaga kratom, khususnya untuk ekspor dan impor, diatur secara ketat.

Gus Yasin menilai, komoditas ini memang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi tetap membutuhkan pengawasan ketat.

“Manfaat dan dampaknya harus melalui tahapan uji yang jelas. Karena itu, pengawasannya perlu diperkuat,” katanya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan
Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan
Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara
Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan
Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua
BINUS @Malang Hadirkan REACH Out: Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental di Lingkungan Kampus
Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi dalam Membangun Proses Bisnis Berkelanjutan
Melihat Arah Industri Konstruksi dari Perspektif Waringin Megah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 12:03 WIB

Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

Jumat, 17 April 2026 - 11:03 WIB

Pendidikan PPO Logistik BRI Region 6 Sukses Digelar, Peserta Antusias Ikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Jumat, 17 April 2026 - 11:03 WIB

Waspada Pekan Depan, Harga Emas Diprediksi Bergerak Melemah Sementara

Jumat, 17 April 2026 - 10:03 WIB

Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

Jenderal Lucky Avianto Turun Gunung Hancurkan Ladang Ganja Di Pedalaman Rimba, Paska ‘Dilegalkan’ OPM Papua

Berita Terbaru