Dosen FK Undip berfoto bersama guru TK Islam Al Munir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Rabu (16/09).
Sumber foto: Dok. pribadi Jatengvox.com – Dosen Program Studi Keperawatan Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada guru Taman Kanak-Kanak (TK) mengenai deteksi dini dan stimulasi perkembangan kognitif anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung pada 16 dan 23 September 2026 tersebut dilaksanakan di TK Islam Al Munir, Gugus Arimbi VI, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru TK dalam Deteksi Dini dan Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini sebagai Upaya Mendukung Pencapaian SDGs” ini melibatkan sejumlah dosen Program Studi Keperawatan Undip sebagai narasumber sekaligus fasilitator. Para guru peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung metode deteksi dini serta stimulasi perkembangan kognitif anak.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu (16/9) dengan sambutan dari Ketua Gugus Arimbi VI, R. Sumariningsih Listiowati, dan Perwakilan Tim Dosen Keperawatan Undip, Ns. Apri Nur Wulandari, S.Kep., M.Kep. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak.
“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru dalam memantau perkembangan anak-anak kami. Harapannya, ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di TK,” ujar R. Sumariningsih Listiowati.
Sementara itu, perwakilan Tim Dosen Keperawatan Undip, Ns. Apri Nur Wulandari, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan deteksi dini dan memberikan stimulasi perkembangan kognitif anak.
“Melalui kegiatan ini, kami harap ibu-ibu guru tidak hanya memahami pentingnya deteksi dini perkembangan anak, tetapi juga mampu memberikan stimulasi kognitif yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak. Guru memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan anak dalam kegiatan belajar dan bermain sehari-hari,” ungkap Ns. Apri Nur Wulandari, S.Kep., M.Kep.
Materi pertama disampaikan oleh Lut Fika Daru Azmi S.Kep., Ns., M.Kep. dengan topik “Skrining Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)”. Materi tersebut membekali guru dengan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang sejak usia dini serta penggunaan KPSP sebagai salah satu instrumen dalam melakukan skrining perkembangan anak.
Peserta Mendengarkan Pemaparan Materi Oleh Lut Fika Daru Azmi S.Kep., Ns., M.Kep.
Selanjutnya, Ns. Sari Sudarmiati, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat. menyampaikan materi “Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak”. Dalam sesi ini, para guru diperkenalkan dengan berbagai bentuk stimulasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Stimulasi diberikan secara terintegrasi dengan aktivitas bermain dan belajar agar dapat mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan praktik langsung. Para guru berkesempatan menerapkan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam penggunaan metode skrining maupun dalam merancang dan melakukan stimulasi perkembangan kognitif anak.
Kegiatan dilanjutkan pada Rabu (23/09) dengan agenda penguatan kembali materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. Dr. Zubaidah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.An. memandu peserta untuk mengulas kembali metode deteksi dini serta berbagai bentuk stimulasi perkembangan kognitif yang dapat diterapkan di lingkungan TK.
Dalam kegiatan ini, setiap guru peserta mengajak satu orang rekan untuk mengikuti proses pembelajaran dan berbagi kembali pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh pada pertemuan sebelumnya. Melalui metode tersebut, guru tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga menjadi sumber belajar bagi rekan sejawatnya. Setiap guru memiliki kesempatan untuk menjelaskan kembali materi mengenai deteksi dini tumbuh kembang dan stimulasi perkembangan kognitif kepada rekan yang diajaknya. Proses ini sekaligus membantu peserta memperkuat pemahaman melalui praktik mengajarkan kembali materi.
Peserta mempraktikkan secara langsung materi yang telah disampaikan oleh kedua pemateri.
Penerapan peer learning menjadi bagian penting dalam kegiatan pemberdayaan ini karena memungkinkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk diteruskan kepada rekan sejawat. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh guru yang mengikuti pembekalan, tetapi juga dapat menjangkau guru lainnya di lingkungan Gugus Arimbi VI.
Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, guru TK di Gugus Arimbi VI diharapkan semakin mampu melakukan pemantauan perkembangan anak serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan masing-masing anak.
Kegiatan pemberdayaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Kedokteran Undip dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik dan kualitas tumbuh kembang anak usia dini. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar