Dorong Tumenggung Bahurekso Jadi Pahlawan Nasional, Pegiat Sejarah dan Seniman Gelar Rangkaian Kegiatan di Kendal

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Sejumlah pegiat sejarah, literasi, dan seniman di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk “Jejak Diplomasi Bahurekso 1614–1629” pada 13–14 September 2025.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menggali kembali warisan sejarah lokal sekaligus mendorong pengakuan Tumenggung Bahurekso sebagai Pahlawan Nasional.

Inisiatif ini digagas oleh Kendal Heritage bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dispursip) Kendal, Pelataran Sastra Kaliwungu, Kendal Tempo Dulu, dan Kendal Berkain. Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni Perpustakaan Daerah Kendal dan Omah Wening Kecamatan Kangkung.

Empat Agenda Utama Jejak Diplomasi Bahurekso

Rangkaian acara menghadirkan empat agenda utama yang dirancang untuk menarik minat pelajar, akademisi, hingga pegiat budaya, yaitu:

Baca juga:  Tim KKN UIN Walisongo Semarang Meriahkan Turnamen Badminton HUT RI di Desa Pidodowetan, Warga Antusias

1. Pameran Literasi Infografik – menampilkan perjalanan hidup Tumenggung Bahurekso lengkap dengan strategi diplomasinya yang berhasil menyatukan para adipati Jawa melawan VOC. Infografis interaktif ini disusun dari sumber-sumber seperti Serat Banten hingga catatan Belanda.

2. Gelar Wicara Kemah Literasi – forum diskusi yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai profesi, membahas kiprah Bahurekso bukan hanya sebagai panglima perang, tetapi juga diplomat ulung di era Mataram Islam.

3. Membaca Bahurekso dalam Serat Banten – sesi pembacaan naskah klasik yang mengungkap peran Bahurekso dalam membangun aliansi lokal untuk mendukung Sultan Agung melawan kolonialisme.

4. Workshop Iket Bahurekso – pelatihan membuat iket (ikat kepala) khas Bahurekso sebagai simbol keberanian Jawa, dipadukan dengan cerita lisan tentang kepemimpinannya.

Baca juga:  Menumbuhkan Cinta Membaca, KKN MB Posko 03 Hadirkan Perpusling di SD Cepokomulyo

Acara semakin semarak dengan penampilan seni musik, teater, monolog, pembacaan puisi, hingga tari tradisional yang membuat sejarah terasa lebih dekat dengan generasi muda.

Dorongan Menjadi Pahlawan Nasional

Kurator program, Galih Setyo Aji, menilai kegiatan ini lahir dari keprihatinan minimnya ruang diskusi tentang Bahurekso di luar peringatan Hari Jadi Kendal. Menurutnya, Bahurekso seharusnya dikaji lebih luas karena perannya sebagai bupati pertama Kendal (1605) dan tokoh diplomasi penting di Jawa.

Sementara itu, Ketua Kendal Heritage M. Yusril Mirza menegaskan bahwa Tumenggung Bahurekso layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

“Bahurekso bukan hanya tokoh penting dalam sejarah lahirnya Kendal, tetapi juga pejuang dengan semangat patriotisme tinggi yang berperan besar melawan penjajah. Sudah selayaknya beliau diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ungkapnya.

Baca juga:  Bazar UMKM Kendal 2025 di Stadion Utama, Dorong UMKM Naik Kelas

Kiprah Sejarah Tumenggung Bahurekso

Secara historis, Bahurekso yang bernama asli Jaka Bahu, awalnya adalah abdi dalem Mataram yang kemudian diangkat sebagai panglima perang. Pada 26 Agustus 1628, ia memimpin ribuan pasukan dalam serangan besar ke Batavia melawan VOC. Selain keberanian militernya, Bahurekso juga dikenal sebagai diplomat andal yang mampu membangun koalisi antar-adipati Jawa untuk memperkuat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Melalui rangkaian kegiatan ini, para pegiat budaya berharap nama Tumenggung Bahurekso semakin dikenal luas, bukan hanya sebagai pahlawan Kendal, tetapi juga sebagai tokoh perjuangan Nusantara yang layak mendapat pengakuan nasional.***

Editor : Nuristic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jelang Lebaran 2026, Gubernur Jateng Cek Harga Sembako di Pasar Gondang Sragen
Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Banjarnegara Tuntas, 36 Rumah Baru Resmi Dihuni
175 KK Terdampak Tanah Gerak di Sirampog Brebes, Pemprov Jateng Siapkan Huntara dan Relokasi Aman
Layanan NIB Gratis di Kecamatan Toroh Grobogan Disambut Antusias Pelaku UMKM
Zulhas Tinjau SPPG di Banjarnegara, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Siap Menjangkau Masyarakat
Boyolali Dipilih untuk Investasi Air Minum Asal China Senilai Rp160 Miliar
Banjir Bandang Terjang Desa Sumberrejo Jepara, Ratusan Rumah Warga Terdampak
Dua Korban Longsor Kembali Ditemukan di Pandanarum Banjarnegara, Pencarian Terkendala Hujan Deras

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:15 WIB

Jelang Lebaran 2026, Gubernur Jateng Cek Harga Sembako di Pasar Gondang Sragen

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:21 WIB

Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Banjarnegara Tuntas, 36 Rumah Baru Resmi Dihuni

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:16 WIB

175 KK Terdampak Tanah Gerak di Sirampog Brebes, Pemprov Jateng Siapkan Huntara dan Relokasi Aman

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:18 WIB

Layanan NIB Gratis di Kecamatan Toroh Grobogan Disambut Antusias Pelaku UMKM

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:05 WIB

Zulhas Tinjau SPPG di Banjarnegara, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Siap Menjangkau Masyarakat

Berita Terbaru