Cegah Salah Obat, Mahasiswa KKN Undip Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Karanganom Kenali DAGUSIBU

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 20:30 8 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip), Nourma Trahutami Putri dari jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran, sukses menggelar program kerja Sosial Kemasyarakatan berupa sosialisasi edukasi obat bertajuk DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bagi ibu-ibu anggota PKK di Balai Desa Karanganom, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, mengenai tata cara pengelolaan obat yang aman dan benar di tingkat rumah tangga.

Selama ini, banyak warga yang belum memahami cara menyimpan dan membuang obat dengan tepat, sehingga mahasiswa berinisiatif memberikan edukasi yang aplikatif dan mudah dipraktikkan sehari-hari.

Baca juga:  Menutup Pengabdian, Membuka Kenangan: Malam Doa Bersama dan Perpisahan KKN Reguler 85 Posko 01 Desa Cening

Ibu Lurah Karanganom, Kepala PKK Desa Karanganom, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran adik-adik KKN. Sosialisasi ini membuka wawasan ibu-ibu di sini bahwa hal sekecil menyimpan obat pun ternyata ada aturannya, dan itu penting untuk keselamatan keluarga,” ujar Ibu Casono di sela-sela kegiatan.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 30 ibu-ibu anggota PKK ini berlangsung interaktif. Mahasiswa KKN UNDIP, Nourma Trahutami Putri, memaparkan empat aspek utama DAGUSIBU, mulai dari cara mendapatkan obat hanya di sarana resmi seperti apotek dan puskesmas, cara menggunakan obat sesuai aturan pakai dan dosis termasuk pentingnya menghabiskan antibiotik, cara menyimpan obat jauh dari jangkauan anak dan paparan sinar matahari, hingga cara membuang obat kedaluwarsa dengan aman.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Teknologi Perkapalan kepada Anak-Anak Melalui Program Teras di Desa Gandu

Sesi tanya jawab berlangsung antusias, ditutup dengan pembagian leaflet ringkasan DAGUSIBU untuk dibawa pulang peserta.

Mahasiswa Farmasi dari tim KKN Undip Desa Karanganom, Nourma Trahutami Putri, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil riset kebutuhan masyarakat yang dilakukan pada minggu pertama penempatan.

“Kami melihat kondisi Desa Karanganom yang sata ini belum memiliki fasilitas kesehatan seperti apotek, sehingga pengetahuan masyarakat terkait obat juga masih kurang. Selain itu, masih banyak warga yang menyimpan obat sembarangan, bahkan tidak jarang mencampur sendok makan dengan sendok takar obat sirup. Saya berharap sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, tapi benar-benar bisa diterapkan ibu-ibu di rumah masing-masing,” tambah Nourma.

Baca juga:  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Melalui program ini, diharapkan kelompok PKK Desa Karanganom dapat menjadi agen penyebar informasi DAGUSIBU kepada warga di lingkungan RT/RW masing-masing, sehingga budaya pengelolaan obat yang aman semakin merata di tengah masyarakat.

 

 

Penulis: Nourma Trahutami Putri, Tim II KKN Undip Desa Karanganom

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA