Bulog Pastikan Pemeliharaan Beras Sesuai Prosedur, Tanggapi Temuan DPR

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Okt 2025 07:30 21 jatengvox

Jatengvox.com – Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas beras yang disimpan di seluruh gudang, setelah muncul temuan Komisi IV DPR RI terkait 1.200 ton beras di Ternate, Maluku Utara, yang diduga tidak layak konsumsi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa seluruh proses pemeliharaan beras sudah dijalankan sesuai standar operasional.

Prosedur itu mencakup pengecekan harian, mingguan, bulanan, hingga triwulan, untuk memastikan beras tetap sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.

Baca juga:  Gubernur BI Sambut Positif Pemindahan Dana Rp200 Triliun ke Bank BUMN, Likuiditas Perbankan Makin Kuat

“Kita menggunakan prosedur yang sudah ditetapkan. Mulai dari pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, bahkan triwulan. Semua sudah lengkap dan dijalankan,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Gudang Bulog Cabang Ternate pada Selasa (23/9/2025), Komisi IV DPR menemukan sekitar 1.200 ton beras yang disimpan sejak Mei 2024. Kondisi sebagian beras tersebut dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Menanggapi hal itu, Rizal menegaskan bahwa selain pemeliharaan rutin, Bulog juga melakukan pengecekan acak (random checking) terhadap kualitas beras di seluruh gudang.

Baca juga:  Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Langkah ini dilakukan agar setiap karung beras yang nantinya disalurkan ke masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.

Rizal menambahkan, jika ditemukan beras yang mengalami kerusakan, Bulog memiliki prosedur khusus berupa program reprocessing.

Dalam proses ini, beras akan dibersihkan dan dicuci ulang, sehingga bagian yang masih layak tetap bisa dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, beras yang benar-benar tidak layak konsumsi tidak akan dibuang begitu saja.

Bulog berencana mengalihkannya menjadi pakan ternak, sehingga masih memberikan manfaat dan tidak menimbulkan kerugian.

“Upaya-upaya kami bertingkat, bertahap, dan berlanjut. Harapannya, masyarakat tetap mendapatkan beras yang sehat dan layak konsumsi,” ujarnya.

Baca juga:  Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 2 Patihan, KKN Undip Dorong Sekolah Ramah Anak

Bulog saat ini masih mendalami jumlah pasti beras rusak serta memeriksa kondisi gudang penyimpanan lain di berbagai wilayah.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan standar kualitas beras terjaga secara merata di seluruh Indonesia.

“Data sedang kami dalami agar akurat dan bisa menjadi dasar tindakan selanjutnya. Semua stok akan diperiksa, kami pastikan kualitasnya tetap terjaga,” tegas Rizal

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA