BPJS Kesehatan Pastikan Tanggung Biaya Korban Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menegaskan komitmennya dalam melindungi peserta yang terdampak kasus keracunan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Selama korban berstatus peserta aktif dan mengikuti prosedur rujukan yang berlaku, biaya perawatan di rumah sakit maupun Puskesmas akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.

Kepala BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, pada Rabu, 8 Oktober 2025, menegaskan bahwa jaminan biaya perawatan hanya berlaku bagi peserta aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Asal menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Itu syarat utamanya, sesuai prosedur,” ujar Ali.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Adakan Sosialisasi Bullying di SD Negeri Sedayu

Menurutnya, peserta yang mengalami keracunan dapat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau rumah sakit.

Sepanjang status kepesertaannya aktif, biaya pengobatan akan ditanggung.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa pihaknya percaya Badan Gizi Nasional (BGN) juga memiliki mekanisme penanganan bagi korban keracunan MBG.

Ia menekankan pentingnya koordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih penanganan.

“Kalau sudah ditangani BGN, itu dobel nggak boleh. BPJS prinsipnya gotong royong, dihitung berdasarkan sistem asuransi sosial,” tuturnya.

Namun, jika kasus keracunan sudah ditetapkan pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), maka perhitungan pembiayaannya akan berbeda dari skema asuransi pada umumnya.

Baca juga:  TKA 2025 Jadi Ujian Digital Terbesar di Indonesia, Daerah Pastikan Kesiapan Penuh

Mengutip laporan Antaranews, Badan Gizi Nasional mencatat hingga September 2025 sudah terjadi 70 kasus keracunan MBG di berbagai wilayah Indonesia. Total sebanyak 5.914 penerima program terdampak.

Rinciannya, sembilan kasus terjadi di wilayah I (Sumatera) dengan 1.307 korban, termasuk di Kabupaten Lebong (Bengkulu) dan Kota Bandar Lampung (Lampung).

Di wilayah II (Pulau Jawa), terdapat 41 kasus dengan 3.610 penerima terdampak, sementara wilayah III yang mencakup Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara mencatat 20 kasus dengan 997 korban.

Dari hasil uji laboratorium, penyebab utama keracunan berasal dari berbagai jenis bakteri yang mengontaminasi bahan makanan maupun air.

Baca juga:  Kemenparekraf Tegas Perangi Pembajakan, Dorong Perfilman Nasional Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Beberapa di antaranya adalah E. Coli yang ditemukan pada air, nasi, tahu, dan ayam; Staphylococcus Aureus pada tempe dan bakso; serta Salmonella pada ayam, telur, dan sayur.

Selain itu, Bacillus Cereus juga ditemukan pada menu mie, sedangkan air yang digunakan banyak terkontaminasi bakteri seperti Coliform, PB, Klebsiella, dan Proteus.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru