BBPOM Semarang Dorong Kemandirian Komunitas Wujudkan Pangan Aman di Jawa Tengah

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Upaya memastikan pangan aman terus dikuatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang.

Melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa), lembaga ini ingin menanamkan kebiasaan sederhana namun penting: memastikan apa yang diproduksi, dijual, dan dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.

Program ini sebenarnya sudah hadir sejak 2017, namun penguatan terus dilakukan seiring tantangan keamanan pangan yang makin kompleks.

Kepala BBPOM di Semarang, Rustyawati, menegaskan bahwa Germas Sapa membawa pendekatan preventif, promotif, sekaligus edukatif. Fokus utamanya adalah mencegah sumber masalah sejak awal—mulai dari kebersihan pelaku usaha, penggunaan bahan tambahan pangan, hingga risiko cemaran kimia dan biologi.

Baca juga:  Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Tantangan-tantangan klasik seperti minimnya pengetahuan higiene, penyalahgunaan bahan berbahaya, atau lemahnya kontrol lingkungan masih sering ditemui, sehingga program ini dinilai tetap sangat relevan.

Di Jawa Tengah, Germas Sapa dijalankan secara terpadu dengan melibatkan beragam elemen masyarakat. program ini menjadi payung untuk tiga gerakan: Gerakan Keamanan Pangan Desa/Kelurahan, Pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

“Masing-masing punya sasaran berbeda, tetapi tujuan utamanya sama, yaitu membangun pola hidup sehat dalam mengelola dan mengonsumsi pangan aman,” ujar Rustyawati dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Keterpaduan Keamanan Pangan 2025 di Balai Bahasa Jawa Tengah.

Tahun ini, intervensi dilakukan di enam desa, satu pasar rakyat, dan 20 sekolah. Desa, sekolah, dan pasar disebut sebagai tiga titik paling strategis—tempat pangan diproduksi, diproses, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Baca juga:  Pemprov Jateng Jalankan Program Kecamatan Berdaya, Perkuat Layanan Sosial dan Pemberdayaan di Tingkat Kecamatan

BBPOM melihat desa sebagai pilar utama kemandirian keamanan pangan. Dengan pengetahuan dan sistem yang tertata, desa dinilai mampu memperbaiki kualitas pangan rumahan hingga UMKM lokal.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Di sektor pendidikan, program Sapa Sekolah menargetkan tumbuhnya budaya keamanan pangan sejak dini. Anak-anak dianggap sebagai agen perubahan, karena jika mereka memahami apa itu pangan aman, perilaku mereka akan memengaruhi keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, intervensi di pasar rakyat menitikberatkan pada pencegahan penyalahgunaan bahan kimia berbahaya.

Baca juga:  Jateng Siapkan Relawan Literasi, Hidupkan 6.000 Perpustakaan Desa Lewat Gerakan Membaca dari Akar Rumput

Temuan pangan mengandung boraks atau formalin masih menjadi problem di sejumlah daerah, sehingga pengawasan bersama pelaku pasar dianggap sangat penting.

Penguatan keamanan pangan ini juga melengkapi arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalankan pengawasan ketat.

Ia menilai keamanan makanan di dapur MBG harus dijaga serius, terutama setelah beberapa kejadian keracunan makanan yang sempat muncul.

“Ini program struktural, maka harus kita laksanakan dengan disiplin. Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi,” ujar Luthfi dalam kesempatan berbeda.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi
Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah
12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang
Backlog Perumahan Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Perkuat Skema Rumah Subsidi dan RTLH
PKB Jawa Tengah 2026 Dipastikan Tak Naik, Pemprov Siapkan Diskon 5 Persen hingga Akhir Tahun
KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:08 WIB

Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:06 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:20 WIB

Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:05 WIB

Diskomdigi Jateng Gandeng FISIP Undip, Kolaborasi Kampus–Pemprov Diperkuat untuk Gaungkan Pembangunan Daerah

Jumat, 20 Februari 2026 - 07:00 WIB

12 Investor India Lirik Jawa Tengah, Siap Tanam Modal di Kendal dan Batang

Berita Terbaru