Jatengvox.com – Sebanyak 17 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (UPGRIS) Semarang yang tergabung dalam Kelompok 9 Desa Leyangan secara resmi ditarik pada Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan penarikan tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN.
Penarikan mahasiswa KKN ini menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan mahasiswa selama beberapa waktu di Desa Leyangan.
Selama menjalankan program KKN, para mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan potensi desa yang dimiliki oleh wilayah tersebut.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran mahasiswa KKN selama masa pengabdian dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Leyangan, baik dalam bentuk program kerja, pendampingan kegiatan masyarakat, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan desa.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan, Ahmad Musthofa, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan KKN.
“Selama kami berada di Desa Leyangan, kami merasakan sambutan yang begitu hangat dari masyarakat. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan di sini, mulai dari belajar memahami kehidupan sosial masyarakat hingga bekerja bersama dalam berbagai kegiatan desa. Kami berharap apa yang telah kami lakukan, meskipun sederhana, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Musthofa.
Ia juga menambahkan bahwa Desa Leyangan memiliki berbagai potensi yang sangat baik untuk terus dikembangkan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan alam yang dimiliki.
“Desa Leyangan memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sektor pertanian, kegiatan masyarakat yang aktif, hingga semangat gotong royong yang masih sangat kuat. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan desa tidak lepas dari kebersamaan masyarakatnya,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nurul Fatimatus, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menjalankan kegiatan KKN dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan KKN dengan sungguh-sungguh. Kegiatan ini bukan hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” tutur Nurul Fatimatus.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Desa Leyangan yang telah memberikan ruang serta dukungan kepada mahasiswa selama menjalankan kegiatan pengabdian di desa tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Leyangan yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung. Dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program-program yang telah dijalankan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Penjabat (PJ) Kepala Desa Leyangan, Yogi Wadyabratha, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan masyarakat selama berada di Desa Leyangan.
“Kami dari Pemerintah Desa Leyangan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UPGRIS yang telah hadir dan berkontribusi di desa kami. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi masyarakat, terutama dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan, pendidikan, dan pengembangan potensi desa,” ujar Yogi Wadyabratha.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa merupakan langkah positif dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.
“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Mahasiswa memiliki semangat, ide, dan kreativitas yang dapat membantu mendorong perkembangan desa. Semoga pengalaman yang diperoleh selama di Desa Leyangan juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ke depannya,” tambahnya.
Desa Leyangan sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Ungaran Timur yang memiliki berbagai potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, kegiatan ekonomi masyarakat, hingga kehidupan sosial yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
Keberadaan mahasiswa KKN selama beberapa waktu di desa tersebut turut memberikan warna baru dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Selama menjalankan kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Interaksi tersebut menjadi pengalaman berharga yang mempertemukan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan masyarakat di lapangan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan penarikan ini, maka secara resmi berakhir pula rangkaian pengabdian mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 di Desa Leyangan.
Meskipun demikian, hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjaga sebagai bagian dari semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun masyarakat.
Kegiatan KKN tidak hanya menjadi wadah pengabdian bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Editor : Murni A














